Tangkal Terorisme, BNPT dan DFAT Australia Gelar Pertemuan Bilateral di Sydney

by -619,604 views
Humas BNPT RI
Foto : Humas BNPT RI

SYDNEY, MEDIASIBER.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menghadiri pertemuan dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Pertemuan tersebut adalah upaya untuk menggerakkan sinergitas antar kedua negara sahabat itu dalam upaya penanggulangan terorisme.

Menurut Boy, pertemuan ke 8 Konsultasi Bilateral Kerja Sama Penanggulangan Terorisme Indonesia-Australia di Sydney, Australia tersebut adalah untuk memperkuat kerjasama antar lembaga kedua negara sahabat.

“Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme dengan mengedepankan mekanisme dialog sebagaimana kita sepakati dalam Nota Kesepahaman sebelumnya,” Komjen Pol Boy Rafli Amar, Sydney, Australia, Selasa (12/4).

Dikatakan Boy, dialog kedua lembaga negara itu penting dilakukan dalam upaya anti-terorisme sebagaimana disepakati dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Republik Indonesia tentang Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan.

Konsultasi Bilateral merupakan pertemuan rutin tahunan kedua negara untuk membahas berbagai isu terorisme pada tingkat bilateral, regional dan internasional, serta saling berbagi informasi intelijen.

“Pertemuan ke-8 ini sejatinya dilaksanakan pada tahun 2021 namun sempat tertunda karena pandemi dan baru dapat dilaksanakan pada April tahun ini,” jelas jenderal polisi bintang tiga itu.

Dalam pertemuan ini, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala BNPT, dan Delegasi Australia yang bertindak sebagai tuan rumah dipimpin oleh Ambassador for Counter Terrorism, Roger Noble. Melalui sambutannya, Ambassador Roger Noble menekankan bahwa kerja sama internasional merupakan aspek penting dalam penanggulangan terorisme. Selain itu, penanggulangan terorisme tetap menjadi prioritas Australia terlepas dari pemerintahan terpilih dalam pemilihan umum di Australia tahun ini.

Terdapat empat agenda dalam pertemuan yang berdurasi lima jam tersebut, diantaranya: pandangan kedua delegasi dalam melihat tren ancaman pada lingkup global, regional dan domestik, informasi terkini mengenai kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperkuat institusi peradilan dan keamanan atau Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2), prioritas nasional dan bilateral kedua negara, serta perkembangan kepemimpinan kedua negara dalam forum internasional, dan beberapa program kerja sama penanggulangan terorisme kedua negara yang akan dilaksanakan tahun ini.

Hal yang menjadi sorotan adalah strategi dan kebijakan nasional yang dikembangkan oleh Australia dalam penanggulangan terorisme termasuk ekstremisme berbasis kekerasan pada dasarnya memiliki kesamaan dengan Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yg Mengarah pada Terorisme (RAN PE) yang dimiliki oleh Indonesia. Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat akan mengembangakan kerja sama teknis dalam isu radikalisasi online, isu tentang perempuan dan anak, pemuda, dan pendanaan terorisme khususnya penyalahgunaan teknologi digital.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Australia, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Deputi Bidang Kerjasama Internasional, Direktur Kerjasama Regional Multilateral, Direktur Perangkat Hukum Internasional, perwakilan Kemenko Polhukam. BIN, BAIS, PPATK, dan Kemenkumham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *