PNIB : Jika Demo Bela Agama Hanya Untuk Tujuan Chaos dan Kudeta, Jangan Mencoba Menipu dan Bodohi Rakyat

by -334,943 views

JAKARTA – Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) menanggapi keras rencana kelompok PA212 yang akan melakukan demo-berjilid-jilid.

Gus Wal mengecam keras, “Jangan demo atas nama bela agama, jika hanya ingin menciptakan chaos dan kudeta.”

“Kami mempertanyakan pemerintah dan aparat penegak hukum, buat apa FPI, HTI, JI, JAT, JAD dibubarkan dan dilarang berkegiatan juga menggunakan simbolnya namun dibiarkan mereka-mereka ini menyatu dan berkumpul dalam wadah PA 212,” ujar Gus Wal.

“PA 212 sejak awal isinya adalah orang-orang FPI HTI dll. yang sudah menjadi ormas terlarang di negeri ini, seperti PKI. Tak ada bedanya sama sekali selain mengganggu ketenangan dan ketentraman hidup rakyat Indonesia dengan kegiatannya, gerakannya dan programnya,” tambah Gus Wal.

“Akankah pemerintah dan aparat penegak hukum membiarkan negara dan hukum kembali dikangkangi oleh mereka yang nyata nyata sudah jelas dilarang berkegiatan dan menggunakan simbolnya? Akankah negara dan hukum harus kalah dengan arogansi mereka saat ini seperti yang selalu mereka lakukan sejak satu dasawarsa kemarin terlebih 6 atau 7 tahun terakhir?” Gus Wal geram.

Menurut Gus Wal, apapun isunya, “Para mafia aktor demo baik di tingkat pusat maupun daerah selalu mencoba bermain keruh dengan menggelar demo berjilid-jilid berkolaborasi dengan para barisan oposisi sakit hati yang sangat akut. Dan pula berkolaborasi dengan kelompok-kelompok sel-sel organisasi yang berhaluan trans-nasional yang mengusung misi mengganti Pancasila dengan faham ideologi haram terlarang khilafah radikalisme komunisme terorisme.”

“Dalam hal di atas pemerintah dan aparat penegak hukum ‘terlalu sangat baik’ kepada mereka yang jelas-jelas merugikan negara, Bangsa dan rakyat Indonesia,” lanjutnya.

“Segala sesuatu yang mereka lakukan jelas merugikan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.”

“Mereka dibiarkan mengoyak persatuan kebhinekaan bangsa dengan narasi-narasi sumbang maupun opini provokatifnya. Mereka dibiarkan melakukan ujaran kevencian, bahkan mereka menghina merendahkan para ulama’ dan presiden pun juga tetap dibiarkan tanpa tindakan tegas sedikitpun,” geram Gus Wal.

Mau dibawa ke mana bangsa kita ke depan? Mau dijadikan apa bangsa dan generasi mendatang jika negara kalah oleh mereka?

Ketua Umum PNIB (Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu) AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) mengutarakan agar kita melawan aksi demo berjilid-jilid dari kelompok PA 212, eks ormas terlarang FPI- HTI yang hanya untuk tujuan kudeta kekuasaan politik dan membuat rusuh dengan kedok bela agama.

Gus Wal juga meminta kepada Polri dan TNI untuk menindak tegas para dalang, aktor intelektual dan para pendana donaturnya.

“PNIB juga meminta agar aparat keamanan mengusut dan menindak tegas para provokator ataupun dai provokator yang mengajak dan menyerukan demo berjilid-jilid yang punya motif untuk kudeta, bikin rusuh, tebar teror, dan lain-lain,” ujar Gus Wal.

PNIB juga mendukung Densus 88 yang mengeksekusi tersangka teroris Sunardi beberapa waktu lalu.

“Kami PNIB menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah terutama Densus 88, BNPT, Polri, dan TNI yang terus menyisir habis sel-sel radikalisme dan terorisme di Indonesia,” imbuhnya.

“Rakyat Indonesia yang masih waras dari Sabang sampai Merauke berdoa dan berharap agar di tahun ini Indonesia lebih Bermartabat Berbudaya Aman Makmur Damai tanpa adanya aksi-aksi, sikap, statement maupun perbuatan intoleransi radikalisme terorisme, serta bebas dari propaganda yang dilontarkan oleh para dai provokator, yang sepertinya juga sudah menjadi bahaya laten dan ancaman serius bagi keselamatan bangsa dan persatuan anak bangsa Indonesia,” tegas Gus Wal.

Di Tahun 2022 ini PNIB dan rakyat Indonesia ingin pemerintah dan aparat penegak hukum menindak tegas para dai provokator seperti Bahar bin Smith yang sudah ditahan, Yusuf Martak, UAS, Novel Bamukmin, Sugik Nur Raharja dll. yang selama ini sangat meresahkan, mengusik kedamaian nan ketentraman kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara rakyat Indonesia, merusak kerukunan antar umat beragama dan mencederai persatuan dan kesatuan anak bangsa

“Mereka-mereka ini yang sampai detik ini masih banyak merendahkan marwah dan martabat para pemimpin bangsa, merendahkan institusi negara seperti TNI POLRI, sangat layak untuk segera ditangkap, diadili dan dihukum berat,” tegas Gus Wal.

Bukan semata-mata mereka ini menebar kebencian, membuat propaganda dan melanggar hukum saja. Gus Wal menjelaskan, “Namun yang lebih sangat berbahaya adalah apa yang mereka sampaikan dan ucapkan sangat meracuni generasi bangsa mendatang yakni anak cucu kita kelak, kalau mereka semua ini dibiarkan berbuat seenak wudelnya.”

“Mau jadi apa generasi mendatang dan bangsa ini ke depannya kalau generasi muda kita ikut paham mereka yang tak bisa menghormati para pemimpin bangsa dan tidak mempunyai adab kepada institusi negara seperti TNI POLRI???” Gus Wal mempertanyakan.

PNIB dan Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke di tahun 2022 ini meminta pemerintah dan aparat penegak hukum lebih ekstra dalam menghadapi dan menanggulangi bahaya laten FPI HTI, PA 212, intoleransi radikalisme khilafah terorisme.

“Di tahun 2022 bersama kita kuatkan kembali nilai-nilai kearifan lokal, menguatkan budaya dan tradisi nusantara, membangun semangat cinta tanah air Indonesia dan membangun fondasi Semangat Bela Negara kepada generasi muda kita,” pesan Gus Wal.

“Agar jangan sampai terjadi Indonesia dan Nusantara yang kita cintai ini di-‘talibanisasi, diarabisasi, di-suriahisasi’,” tuturnya kemudian.

“Kita Songsong Indonesia Maju Aman Makmur Damai Beradab Berbudaya Bermartabat.”

“Bersama Kita Wujudkan Indonesia ber-Pancasila dengan sebenar-benarnya, Indonesia tanpa koma, Indonesia tanpa intoleransi radikalisme khilafah terorisme dengan menolak da’i provokator.”

“Bubarkan PA 212!”, 14 pungkasnya.

Gus Wal menutup percakapannya dengan pesan, “Jaga Bangsa, Bela Negara, Lestarikan Pancasila, Merawat Tradisi Budaya Nusantara.”

“Jaga Kampung Desa dari Omicron, corong propoganda eks FPI HTI, da’i-da’i provokator, bahaya laten FPI HTI radikalisme khilafah terorisme.”

#TolakDaiProvokator
#BubarkanPA212
#TolakFpiHtiBangkitLagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *