Mahasiswa Siapkan Parlemen Jalanan & Kawal Advokasi Teluk Jambe

Jakarta – Gerakan Mahasiswa Pemuda Bela Bangsa dan Rakyat bersama Serikat Tani Telukjambe Bersatu mengakui ada diskriminasi oleh para pengusaha PT Pertiwi Lestari dan Pemerintah setempat.

Hal itu dilontarkan Ketua Gerakan Mahasiswa Pemuda Bela Bangsa Dan Rakyat Zainuddin Arsyad, saat di Masjid Al Istiqomah Wa Hayatuddin. Jl KH. Mas Mansyur No. 57 Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (21/3).

“Insya Allah ketika sudah waktunya proses advokasi berjalan dengan normal, sesuai aturan yang berlaku di hukum negara ini, maka ada hal yang di butuhkan dan mahasiswa siap bantu mengawalnya,” kata Zainuddin.

Menurut dia, kalau memang sudah waktunya nya di butuhkan, maka parlemen jalanan siap untuk bersama-sama menggerakkannya. Dia berharap negara ada sinergitas antara advokasi yang berlaku secara hukum maupun secara parlemen jalanan.

“Peran kami mendukung TelukJambe juga didukung pemuda Muhammadiyah. Kita siapkan parlemen jalanan,” bebernya.

Lebih lanjut, Zainuddin mengaku mengikuti arahan seniornya baik proses advokasi maupun parlemen jalanan.

“Kami mahasiswa bukan diam, kami akan mengikuti kehendak senior semua. Baik mendukung proses advokasi maupun parlemen jalanan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Serikat Tani Teluk Jambe Bersatu (STTB) menyampaikan tuntutannya agar diselesaikan konflik Agraria di Kapung Cisadang Teluk Jambe Karawang terkait Pemerintah Pusat agar mengembalikan petani ke lahan asalnya dan cabut HGB PT. Pertiwi Lestari No. 5, No. 11 dan No. 30 atas nama PT. Pratiwi Lestari.

“Tegakkan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 dan cabut HGB PT. Pertiwi Lestari No.5, No.11 dan No.30.5 berikan hak atas kepada petani,” kata Koordinator aksi Mawan Nuryawan saat berunjuk rasa didepan Istana beberapa hari lalu.

Dalam aksinya, massa juga menggelar spanduk dan poster bertuliskan “Pemda segera hentikan dan bongkar pemagaran PT.PL di Desa Margakaya karena tidak memiliki izin/IMB”.

Wawan melanjutkan pihaknya datang ke Jakarta untuk meminta perlindungan kepada Presiden Jokowi. Perjuangannya tidak main-main dan pengorbanannya adalah mulia.

“Karena pewaris anak negeri adalah petani. Petani adalah penyuplai pangan untuk negeri kami,” kata dia.

Massa juga minta tanah yang dirampas oleh PT. Pertiwi Lestari agar dikembalikan dan meminta kepada Pemerintah agar membantu permasalahan konflik tanah di Teluk Jambe Karawang.

“Jangan biarkan investor menguasai tanah kami,” tandasnya.

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply