Ruang Bicara: Dulu Sambo, Kanjuruhan Kini Teddy Minahasa, Siapa Berikutnya?

by -360,084 views

JAKARTA – Ruang Bicara menyoroti langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terus membersihkan personelnya yang diketahui melakukan atau turut terlibat suatu tindak kejahatan.

Setelah membersihkan para pelaku dugaan pembunuhan berencana mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, kini Polri menindak Kapolda Jawa Timur yang baru empat hari menjabat, Irjen Teddy Minahasa. Dalam kasus pembunuhan Yosua, Polri memecat lima personelnya.

Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menyatakan Sambo diberhentikan dengan tidak hormat pada 25-26 September.

Sambo sempat mengajukan banding. Namun, pada 19 September kemarin pimpinan sidang tetap menyatakan Sambo dipecat.
Menyusul Sambo, Mabes Polri pun menyeret empat polisi dalam proses etik dan memberhentikan mereka dengan tidak hormat.
Mereka adalah mantan Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam, Kompol Chuck Putranto, mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo.

Kemudian, mantan Kepala Detasemen (Kaden) A Biro Paminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria dan Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian. Mereka dipecat dengan tidak hormat setelah menjalani sidang etik oleh KKEP.

Bersih-bersih Perwira Tinggi Jilid II

Belum selesai kasus Sambo, korps Bhayangkara kembali diguncang dengan peristiwa Kanjuruhan yang harus berujung mutasi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Belum juga reda ada lagi kasus yang melibatkan perwira tingginya dalam tindak pidana. Kali ini, seorang jenderal bintang dua Irjen Teddy Minahasa ditangkap anggota Polda Metro Jaya terkait kasus narkoba.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Teddy diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Polri juga mengamankan sejumlah personel lain dengan pangkat Bripka, Kompol, hingga AKBP.

Informasi penangkapan Teddy menjadi sorotan karena pada hari yang sama Presiden Joko Widodo mengundang ratusan pejabat Polri, Kapolda, hingga Kapolres ke Istana.

Pada kesempatan itu, Jokowi berpesan agar pejabat polisi berhati-hati dan mesti memiliki sense of crisis. Terutama terkait gaya hidup dan hal-hal yang menimbulkan gejolak akibat kecemburuan ekonomi.

Sementara itu, Teddy disebut-sebut menjadi polisi paling kaya berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hartanya mencapai Rp 29,9 miliar.

Ia memiliki kendaraan bermotor mewah hingga 53 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah.

Memunculkan Dugaan Perang Antarfaksi

Meski sebagian pihak menyebut penangkapan Irjen Teddy Minahasa sebagai bentuk ketegasan Polri, salah satu pengurus Ruang Bicara Ibrahim menilai peristiwa tersebut tidak cukup mengembalikan kepercayaan publik.

Menurutnya, penangkapan Teddy justru memunculkan dugaan terkait adanya perang antarfaksi di internal Polri. Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum merit system di Polri dipengaruhi tindak nepotisme, koneksi hingga gratifikasi. Hal ini berdampak pada kemunculan faksi, geng, maupun gerbong-gerbong di dalam Polri.
“Akibatnya muncullah Irjen Teddy Minahasa, menyusul Ferdy Sambo dan lain-lain,” katanya.

Ibrahim juga menyoroti bagaimana Teddy mendapatkan promosi sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta. Hanya berselang empat hari, jenderal bintang dua itu kemudian dicokok karena kasus sabu.

Kata dia, hal ini menunjukkan proses di Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) Polri tidak beres. Artinya ada problem dalam proses Wanjakti dewan jabatan dan kepangkatan tinggi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *