Habib Rizieq & Pengikutnya Disebut Sudah Melampaui Batas

by -463,081 views

Jakarta – Aktivis Senior Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Nanang Qosim mengungkapkan di dalam agama radikalisme itu tidak ada, karena pada dasarnya agama memberikan keselamatan. Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, yaitu agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada seluruh alam semesta.

Menanggapi berkembangnya ajaran radikalisme di kalangan pemuda, pihaknya mengajak untuk menengok sejarah pemuda Indonesia pada masa lalu. Dimana stigma radikalisme di pemuda Islam Indonesia tak lepas dari peristiwa masa lalu, salah satunya ledakan bom di Cikini pada era Presiden Soekarno. Gerakan pemuda Islam Indonesia pada waktu itu mendapat dampak dari peristiwa tersebut berupa dibekukannya organisasinya.

“Peristiwa tersebut menjadi penting bagi kami, artinya dinamika di keormasan yang berkiprah tentunya jangan dilupakan,” ungkapnya dalam sebuah acara “Bincang Velox”, Minggu (13/12).

Menurutnya, girah ke-Islaman penting dipelajari dan dipedomani pemuda di Indonesia karena prinsip bertuhan sebagai penyelamat kehidupan, agama tidak boleh diselewengkan oleh hal-hal yang melampaui batas. Pemuda perlu menghindari hal-hal yang melampaui batas, yang membuat seseorang tidak patuh dan tidak taat kepada aturan, mengingat NKRI sudah final dengan Undang-undang dasar .

“Hal-hal yang melampui batas yang akibatnya membuat melawan negara, hal tersebut tidak boleh dilakukan dan ditiru,” ungkap Nanang.

Generasi muda pada dasarnya tidak mudah disusupi oleh paham radikal, pemuda juga bisa mencontoh ulama atau figur kharismatik yang mengajarkan pada kebaikan bukan pada keburukan.

Menurutnya, munculnya fenomena figur yang menjadi idola baru, seperti Habib Rizieq yang merupakan orator handal dan pandai berorasi dapat menjadi sosok idola baru. Kita boleh mengidolakan, tapi pemuda tidak boleh menyerap daripada penyampaian yang melampui batas. Sehingga keberaniannya menabrak kepada aturan-aturan yang sudah berlaku di negara ini.

Figur-figur yang dicontoh oleh pemuda, adalah figur yang mengajak kedamaain yang cinta terhadap NKRI dan tidak melawan kepada agama. Pihaknya mengungkapkan Habib Rizieq beserta pengikutnya sudah melampui batas. Berkata keras yang mengakibatkan simpatisannya juga turut terhasut dan bersemangat oleh ajakan tersebut.

“Jangan sampai sebuah ormas, ketokohan maupun organisasi melawan kepada negara, hal tersebut juga berlaku untuk setiap individu di negara ini,” tambahnya.

Pihaknya berpesan kepada kaum milenial sekarang, yang dapat mengakses informasi melalui medsos dan berita dengan begitu mudahnya. “Pesan kami jangan sampai ini menjadi sarana kepada hal-hal yang merugikan. Pemuda hari ini tetap harus melihat ke sejarah kepada pendahulu yang sudah sangat bersusah payah mendirikan NKRI harus kita jaga dan lestarikan, cermati dan jangan terprovokasi,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *