Forkopimcam Tamansari Siap Lawan Terorisme & Radikalisme di Wilayah Bogor

by -387,658 views

Bogor – Forkopimcam Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor sepakat memerangi paham radikalisme dan terorisme di wilayah Kabupaten Bogor.

Hal itu disampaikannya saat rakor guna persiapan tahun baru dan pencegahan radikalisme & terorisme, di ruang rapat Kecamatan Jalan Kebon Jati Tamansari Kab. Bogor, Kamis (29/12/2022).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh unsur pimpinan di Kecamatan Tamansari antara lain : Kepala Kecamatan Tamansari Bpk. Yudi Hartono, S.E., S.IP, Kanit Baintelkam Polri Kompol Febry Syam, S.I.K., M.Si dan anggota, Kapolsek Tamansari yang diwakili Bhabinkamtbmas, Danramil Tamansari Mayor CHB (K) Jurnalita, Ketua MUI Tamansari KH. Mochammad Tata Badrudin, Kepala Desa Sukajadi Bpk.Ade Gunawan, DMI Kec.Tamansari beserta tokoh pemuda Kec.Tamansari

Kepala Kecamatan Yudi hartono, S.E., S.IP menyebutkan bahwa masyarakatnya tidak abai terkait masalah agama dikarenakan toleransi nya sangat tinggi dan disini ada pontensi baik dan tidak baik. Jadi untuk mengetahui yang tidak baik terkait paham radikalisme masih minim informasi sehingga sangat perlu pengetahuan luas tentang paham radikalisme didaerah Kab Bogor.

‘Untuk menjelang Tahun Baru 2023 di Kab. Bogor akan ada peningkatan potensi keramaian sehingga saya meminta khususnya di wilayah tamansari menghimbau agar tidak ada petasan pada saat perayaan tahun baru agar menjaga ketentraman dan ketertiban,” tegas Yudi.

“Ingat kan semua orang tua agar tidak keluar kemana-mana pada saat tahun baru demi menghindar peningkatan volume kendaraan,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Danramil tamansari Mayor CHB (K) Jurnalita menuturkan bahwa pihak Danramil dan Kapolsek menyampaikan bahwa hotel/villa agar tidak mengadakan acara keramaian serta tidak boleh mengadakan pesta petasan dan kembang api. Dikarenakan himbauan tersebut langsung dari Kapolri.

“Untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Tamansari seluruh pihak harus bekerjasama untuk memerangi paham radikal agar tidak terjadi lagi aksi-aksi seperti di beberapa daerah di Indonesia,” bebernya.

Maka dari itu, lanjut dia, peran penting tokoh agama sangat diperlukan untuk membentengi diri dari paham-paham yang akan mengancurkan diri sendiri maupun masyarakat luas.

Kapolsek tamansari yang diwakili oleh Bhabinkamtibmas menghimbau agar semua pihak mewaspadai potensi tawuran anak-anak ABG jelang waktu Subuh di wilayah Tamansari. Sehingga menimbulkan gangguan di masyarakat.

“Jadi dalam hal ini yang harus diwaspadai pihak polsek adalah pada jam-jam lenggang yaitu jam 2 subuh hingga jam 5 dan kalau bisa ormas-ormas juga ikut membantu pihak Polsek mengamankan situasi khususnya wilayah Tamansari,” sebutnya.

Kanit Baintelkam Polri Kompol Febri Syam menyampaikan bahwa persoalan radikalisme merupakan persoalan serius dan sangat kompleks. Karena itulah, kata dia, harus menjadi perhatian bersama untuk menghadirkan solusi yang tepat dan strategi yang andal untuk menangkalnya.

“Paham radikal tentu berkaitan dengan banyak faktor. Faktor kesenjangan, pendidikan, dan juga faktor-faktor lainnya,” kata Febri.

Dikatakannya, untuk menangkal paham intoleransi dan radikalisme di masyarakat perlu komitmen dalam menumbuhkan sikap dan kesadaran nasionalisme, cinta tanah air, toleransi, dan penanaman nilai pancasila sesuai konteks kekinian. Penanaman nilai pancasila tentu tidak melulu soal doktrinasi, tetapi juga lewat cara-cara diaologis.

“Terorisme tidak bisa lepas dari Radikalisme. Teroris itu tindakannya, sementara Radikalisme adalah paham yang merupakan fase menuju Terorisme. Radikalisme cenderung menjiwai aksi Terorisme,” jelasnya.

“Maka dari itu kita melakukan deteksi dini dan berharap banyak kepada masyarakat khususnya Kec.Tamansari agar melaporkan kepada pihak-pihak yang berwenang sebagai langkah antisipasi merebaknya paham radikal,” ujar Febri lagi.

Ditempat yang sama, KUA Tamansari tidak membenarkan adanya teroris di wilayah Tamansari. Katanya, lebih baik mencari nafkah untuk anak dan istri itu sahid daripada melakukan aksi terorisme.

“Pihak KUA selalu selektif dalam memberikan izin terhadap lembaga yang akan medirikan ponpes,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *