17an

KSPI Dorong Polisi Tangkap Dalang Kerusuhan LBH Jakarta

IMG20170924123855-800x600

MediaSiber.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyatakan kekecaman seluruh elemen buruh Indonesia terhadap peristiwa penyerangan kantor LBH Jakarta, yang dilakukan oleh ratusan masyarakat dan ormas Senin (18/9/2017) dini hari lalu.

“Kita menolak kekerasan, menolak intimidasi, dan sekelompok orang yang melakukan penyerangan di kantor YLBHI,” kata Said Iqbal saat konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

Pengecaman ini disampaikan mengingat tidak boleh ada elemen masyarakat yang melakukan praktik persekusi dan penyerangan dengan cara kekerasan atas nama perbedaan pandangan. Jika hal ini dibiarkan saja, Iqbal mengkhawatirkan apa yang terjadi di LBH Jakarta bisa menjadi contoh penyerangan terhadap kantor-kantor publik lain termasuk kantor sekretariat buruh.

“Ketika LBH di seluruh Indonesia bisa dilakukan penyerangan semacam itu, tidak menutup kemungkinan kantor-kantor serikat buruh bisa saja diserang,” pungkasnya.

Terkait dengan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menjadi grand issue dalam peristiwa penyerangan kantor LBH Jakarta tersebut, Iqbal pun menegaskan bahwa sudah ada TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1965 yang bisa dijadikan pedoman.

“Tentang komunisme kan sudah ada TAP MPR-nya. Dan Presiden juga sudah memberikan tanggapan,” tukas Iqbal.

Sementara terkait dengan kegiatan seminar sejarah 65 dan pentas seni pada tanggal 16 dan 17 September 2017 lalu itu, Iqbal pun mengatakan kegiatan itu merupakan agenda yang lumrah terjadi dan digelar di kantor LBH Jakarta tersebut. Bahkan menurutnya, tidak ada persoalan sebenarnya karena konteksnya adalah kegiatan ilmiah, dan serikat buruh juga sering menggelar agenda di gedung YLBHI tersebut.

“Dan soal kegiatan-kegiatan yang ada di LBH Jakarta itu lazim dilakukan kok, kita juga sering melakukan kegiatan-kegiatan di gedung LBH Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iqbal pun menilai konteks sekarang ini bukan soal phobia terhadap persoalan kebangkitan PKI, melainkan praktik-praktik kapitalisme dan liberalisme yang menurutnya jelas-jelas tidak sesuai dan anti terhadap Pancasila.

“Bukan masalah komunisme atau PKI-nya. Liberalisme dan kapitalisme itu kan anti Pancasila, karena ada kekuatan modal yang sangat kuat,” tukasnya.

Dan dengan adanya kapitalisme dan liberalisme tersebut, Iqbal mengaku sangat heran mengapa orang-orang yang melakukan penyerangan di kantor LBH Jakarta tersebut tidak bereaksi seperti yang dilakukan di kantor layanan hukum bagi publik itu.

“Kapitalisme dan liberalisme itu kan anti Pancasila, kenapa kok gak ada demo dan kerusuhan seperti yang mereka lakukan di LBH Jakarta kemarin. Kenapa kok soal PKI?. Kok ada kapitalisme listrik, kok gak diserang?,” sindirnya.

Dan dalam konteks masalah ini, Said Iqbal menegaskan bahwa seluruh elemen buruh yang hadir dalam kegiatan konferensi pers tersebut sepakat memberikan dukungan terhadap LBH Jakarta.

“Kehadiran kawan-kawan buruh hari ini bersama-sama, bahwa kami bersama dengan LBH Jakarta dan YLBHI,” tukasnya.

Kemudian Iqbal juga meminta dengan tegas agar orang-orang yang bertanggungjawab dan menjadi dalam dalam peristiwa kerusuhan di LBH Jakarta itu bisa ditangkap dan diadili. Dan jika sampai ada aksi-aksi semacam itu lagi, Iqbal meminta kepada aparat keamanan untuk melakukan penindakan hukum dengan tegas.

“Kalau ada lagi kekerasan, kami meminta kepada aparat hukum untuk lebih berani melakukan penanganan hukum,” tutupnya.

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply