Buku “Guyon Maton”, Benny Susetyo : Jokes Bermutu dari Abdul Mufti, Menghibur Masyarakat di Tengah Hiruk Pikuk Dunia

by -261,142 views

Jakarta – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo mengatakan bahwa Profesor Abdul Mufti tidak hanya digemari oleh seluruh masyarakat. Namun Prof. Mufti punya kuasa Ilahi dan magis, yang tidak hanya membuat tertawa namun berefleksi sekaligus mencairkan suasana.

“Lelucon yang dibawakan sederhana dan menarik serta mampu melampaui sekat sekat budaya dan kebangsaan hingga mampu dimengerti dan dinikmati tidak saja hanya indonesia namun juga internasional.” jelas Benny dalam acara Peluncuran Buku Guyon Maton karangan Abdul Mufti yang diselenggarakan oleh Penerbit IB Times.id pada Jumat (09/09/2022) di Aula PP Muhammadiyah Jalan Menteng raya no.62 Jakarta Pusat.

Acara ini dimulai dengan prakata dari Azzaki Khoirudin mewakili unsur penerbit yang menyatakan bahwa ada alasan menerbitkan buku Guyon Maton, yang pertama adalah sebagai dokumentasi dan catatan guyonan Abdul Mufti yang banyak disampaikan dalam ceramah-ceramah dan diskusi ilmiah sebagai perayaan 54 tahun usia Abdul Mufti.

“Yang kedua adalah, diharapkan penerbitan buku ini yang merupakan anomali dari penerbit IB times.id yang cenderung menerbitkan buku-buku serius sebagai jawaban dari kondisi masyarakat yang sedang serius. Yakni usaha menyegarkan suasana dan menurunkan tensi masyarakat agar dapat menyelesaikan masalah-masalah sosial dengan kepala dingin dan mental yang sehat.” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku dan penyerahan buku kepada beberapa tokoh yang hadir antara lain kepada Bapak Ahmad Basarah dan Selebriti Ramzy

Dalam sesi testimonial disampaikan Prakata dari beberapa tokoh antara lain Bapak Hajrianto Yasin Tohari, yang menyatakan bahwa Abdul Mufti adalah gabungan antara intelektual dan aktivis.

“Beliau juga sangat setia dengan Muhammadiyah dan karenanya jika dicermati dalam buku ini banyak joke-joke yang canggih dan segar dalam ceramah serta diskusi ilmiah Muhammadiyah.” sambungnya.

Menurut beliau, jokes dan guyonan yang disampaikan amat memiliki rasa Muhammadiyah serta dapat dinikmati seluruh kalangan.

“Tidak hanya lucu saja namun juga menebarkan nilai-nilai kebajikan dari Muhammadiyah kepada masyarakat.” tandasnya.

Selanjutnya mantan Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Umar Hadi menyampaikan bahwa Abdul Mufti sebagai intelektual Muhammadiyah mampu menyajikan guyonan segar namun bermutu hingga dapat menjangkau masyarakat non Muhammadiyah yang juga membutuhkan Guyonan guyonan cerdas dan berisi.

Wakil ketua MPR bapak Ahmad Basarah dalam testimoninya menyatakan bahwa semoga hikmat yang dimiliki oleh Professor Abdul Mufti yang ditampilkan melalui humor segar nan bermutu dalam buku ini dapat sampai dan tidak saja dinikmati namun dapat dimengerti masyarakat.

“Hingga nilai-nilai luhur Muhammadiyah dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. Jadi buku ini sangat membantu sebagai referensi humor-humor segar dalam ceramah dan diskusi politik serta budaya yang cenderung berat hingga dapat menjadi segar, ringan dan dinikmati oleh seluruh peserta acara.” tukasnya.

Dalam kesempatan ini lebih lanjut, Benny yang merupakan Pakar Komunikasi tersebut juga menyatakan bahwa Prof. Mufti mampu membawa energi positif dan mencairkan kekakuan-kekakuan yang terjadi dalam pertemuan-pertemuan dengan berbagai latar belakang.

“Maka hendaknya lelucon-lelucon ini dapat menjadi jembatan, meringankan dialog-dialog bernuansa berat dan kompleks menjadi sesuatu yang segar dan mampu dinikmati oleh seluruh kalangan.” pungkas Benny menutup penjelasannya dalam acara yang dihadiri oleh Para tamu dari unsur pemerintahan, lintas agama, akademisi serta unsur unsur Muhammadiyah sebanyak kurang lebih 100 orang tersebut.

Buku Prof Mukti dapat menjadi salah satu sumber kesegaran yang bermutu dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul di dunia saat ini, tidak hanya dengan lelucon, namun lelucon yang membuat kita mampu berefleksi dalam menghadapi masalah masalah aktual dalam masyarakat sekaligus sebagai penyegar dan pendamai dalam konflik-konflik yang mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *