Tolak Isu SARA di Pemilu Tanggung Jawab Politisi dan Parpol

Jakarta – Isu SARA diprediksi bakal kembali digunakan oleh kelompok tertentu dalam menyerang lawan politik yang dipandang kuat di Pilpres 2019 mendatang, seperti yang terjadi di Pilkada DKI 2017 lalu.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Penelitian LIPI Adriana Elisabeth dalam diskusi publik bertajuk “Evaluasi Pilkada 2018: Masihkah Isu SARA bermain di Pemilu/Pilpres 2019?” yang digelar di kawasan Cikini, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, isu SARA biasanya sengaja digiring lantaran identitas menjadi titik krusial kehidupan umat manusia dan dapat menstimulasi untuk melakukan hal apa saja sesuai yang diyakini.

“Dinamika politik identitas ini tidak bisa dipungkiri. Dalam konteks pemilu akan datang masih akan terulang seperti yang terjadi di Pilkada DKI (menggunakan isu SARA),” kata Adriana.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  Arwani Thomafi mengatakan meski pihak yang diduga kerap memainkan politik identitas tidak menang secara keseluruhan di Pilkada 2018. Namun isu yang digaungkan guna mengalahkan lawan cukup efektif.

“Mereka cukup efektif dalam meningkatkan elektoral dalam meningkatkan suara, ini harus menjadi perhatian kita bersama agar kedepan para kandidat,” ucapnya.

Arwani mengatakan kedepan para kandidat yang ikut bertarung dalam Pemilu 2019 meski menjadi garda terdepan guna menekan isu SARA. 

“Partai politik dan kandidat harus ikut bertanggung jawab terhadap ujaran-ujaran kebencian,” tutupnya. 

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply