Pertemuan Menteri Bahlil dengan Masyarakat Rempang Hasilkan Kesepakatan Terbaik, Pemuda Melayu Komitmen Kawal & Dukung Investasi

by -349 views

Batam – Menteri Investasi dan BKPM Bahlil Lahadalia menemui para tokoh masyarakat dan pemuda Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (18/9/2023).

Dalam pertemuan tersebut, menghasilkan solusi terbaik yakni memberikan hak-hak rakyat tetap terjaga, hak-hak kultural rakyat sebagai anak kesulungan juga dihargai.

“Saya mewakili pemerintah atas perintah bapak Presiden kepada saya untuk bertemu langsung dengan tokoh-tokoh masyarakat dan langsung saya lakukan datang ke Rempang. Dan kami berdiskusi mencari solusi terbaik, dimana solusinya Alhamdulillah adalah sudah kita dapatkan dimana hak-hak rakyat tetap kita jaga, hak-hak kultural rakyat sebagai anak kesulungan juga kita hargai,” kata Bahlil.

Nantinya, kata dia, solusi ini akan menjadi kado terbaik untuk masyarakat Rempang, untuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Kabupaten, Kota dan Provinsi dalam menyelesaikan hal ini.

Setelah diberikan paparan oleh Menteri Bahlil, Aliansi Pemuda Melayu memastikan akan terus mengawal dan memberikan dukungan terhadap pembangunan proyek kawasan Rempang Eco City.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatu, kami aliansi pemuda melayu tadi sudah menyaksikan paparan yang disampaikan oleh Pak Menteri dan paparan itu Alhamdulillah sudah disepakati dan disetujui oleh tokoh-tokoh yang hadir pada hari ini. Untuk itu kami sebagai anak muda Aliansi Pemuda Melayu, apa kata orang tua kami baik, kami ikut baik. Apa kata orang tua kami tidak baik, kami juga akan melakukan yang tidak baik. Kami orang Melayu berprinsip melihat dengan mata merasa dengan hati, apa yang kami lihat itulah yang kami rasakan, jadi hari ini kami melihat proses paparan secara jelas maka kami juga udah merasa tenang,” sebutnya lagi.

“Tidak ada pemaksaan bagi pak menteri ke kami karena sudah kesepakatan bersama maka kami tetap akan mensupport investasi ini,” sebutnya.

Bahlil juga mengingatkan kembali agar tidak ikut-ikutan kelompok yang mencoba mengadu-adu antara Pemerintah dengan masyarakat Rempang Batam. Sebab, provokasi yang dilakukan oleh pihak luar semakin massif.

“Sekarang kalau masih ada orang yang mengadu-adu kita masih mau enggak ikut-ikut?,” pungkas Bahlil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *