17an

Survei CiGMark Sebut Elektabilitas Oded M Danial Tertinggi, Tapi Punya Peluang Besar Tumbang

IMG_20171221_100708

MediaSiber – CEO CiGMark Research & Consulting, Panca Pratama menyampaikan bahwa berdasarkan hasil riset yang dilakukan pihaknya menemukan, bahwa dalam bursa Pilkada Bandung 2018 mendatang, nama Wakil Walikota Bandung Oded M Danial ternyata memiliki potensi besar untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat Bandung.

“Dari simulasi 12 nama yang diuji tingkat elektabilitas Oded paling tinggi, berada di urutan 1 dengan elektabilitas 27,3 persen,” kata Panca dalam siaran persnya, Rabu (20/12/2017).

Nama kuat setelah Oded adalah mantan Walikota Bandung Ayi Vivananda dan beberapa nama lain.

“Disusul mantan wakil walikota Bandung Ayi Vivananda 8, 1 persen, M Farhan 8,0, Nurul Arifin 5,5, Yossi Irianto, 5, 1, Gatot Tjahyono 4,9, Fiki Satari 2,3, Dandan Riza Wardana 2,2, Iwa Gartiwa 2,1, Arfiana 1,3, Aries Supriatna 1,3, Yana Mulyana 0,9 dan pemilih yang merahasiakan dan belum memutuskan sebesar 31 persen,” sambungnya.

Selain menggunakan sample 12 nama, Panca ternyata juga menyodorkan opsi sample 6 nama tokoh. Dan dengan menggunakan sample 6 tokoh tersebut lagi-lagi Oded masih unggul.

“Sementara jika di uji dalam simulasi 6 nama berikut, posisi elektabilitas Oded M Danial 29.1%,  M Farhan 13.2 %, Nurul Arifin 9.2%, Dandan Riza Wardana 4.2%, Aries Supriatna 3.1%, Yana Mulyana 1.6%, rahasia/tidak tahu/tidak jawab masih tinggi yaitu 39.60%,” terangnya.

Berdasarkan kesimpulan analisa survei tersebut, Panca menilai sosok Oded masih sangat kuat dan potensial jika bertarung dalam Pilkada Bandung 2018 nanti.

“Kesimpulan yang dapat ditarik dari peta kekuatan dukungan balon walikota Bandung adalah Oded paling kuat, sementara di bawahnya terjadi persaingan ketat antara Ayi, Farhan, Nurul Arifin dan Gatot, lalu menyusul persaingan berikutnya adalah Dandan Riza Wardana, Fiki Satari, dan Iwa Gartiwa,” tegas Panca.

Oded perlu ekstra waspada

Masih dalam hasil analisanya, Panca pun mengingatkan kepada Oded walaupun elektabilitasnya tinggi namun ia masih berpotensi berada di posisi tidak aman.

Posisi berbahaya Oded bisa terjadi menurut Panca berdasarkan 3 faktor. Baik itu dari potensi pemilih yang masih condong berubah-ubah pilihannya maupun masalah faktor dokungan partai politik.

“Pertama, jumlah swing voters masih cukup tinggi yaitu 77.3 persen. Sementara pemilih loyal (strong supporter) Oded baru 10.4 persen,” kata Panca.

“Kedua, pertarungan politik masih sangat dinamis yang memungkinkan potensi perpindahan pemilih masih cukup besar; Ketiga, masih ada kemungkinan Oded gagal maju jika tidak mendapat dukungan dari partai lain,” imbuhnya.

Selanjutnya, Panca juga mengatakan bahwa dalam pertarungan politik terkadang bisa terjadi perubahan yang sangat cepat dan terjadi di luar prediksi. Apalagi sosok-sosok baru pun mulai bermunculan dan bisa saja melakukan manuver-manuver yang membuat elektabilitas mereka mendadak meroket.

“Selain itu dengan munculnya figur-figur seperti M Farhan dan Nurul Arifin yang memiliki latar belakang artis bisa berpotensi menjadi ancaman bagi Oded,” terangnya.

“Begitu juga, dengan adanya figur Dandan Riza Wardana yang merupakan putra Ateng Wahyudi mantan walikota Bandung yang cukup memiliki magnet politik dalam kontestasi pilkad,” lanjutnya.

Lebih lanjut lagi, Panca juga mengatakan jika persoalan latar belakang dan dukungan partai termasuk baik dari sisi latar belakang profesi maupun silsilah keluarga juga bisa menjadi faktor penyebab pendongkak elektabilitas seseorang.

“Pasalnya political endorsement cukup memiliki pengaruh dalam mempengaruhi pemilih –dimana kultur di Indonesia pada umumnya sangat paternalistic,” tutup Panca. (ibn)

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply