Takmir Masjid Miftahul Jannah: Beda Pilihan Boleh Asal Jangan Pecah Belah

by -614 views

MediaSiber.com – Ketua Takmir Masjid Miftahul Jannah, KH Mujahidin Ali mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah mencela dan menghina sesama manusia, apalagi hanya karena perbedaan pandangan politik saja.

“Ketika kita caci maki orang lain hakikatnya kita mencaci maki diri sendiri. Ingat, bahwa Islam itu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran,” kata Kiyai Mujahidin dalam dalam istighosah dan deklarasi menolak hoax, ujaran kebencian, radikalisme dan politisasi tempat ibadah yang digelar oleh Generasi Muda Muslim Indonesia (GMMI) Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).

Kemudian ia juga mengingatkan bahwa Indonesia merdeka karena adanya sesuatu yang prakarsai oleh para pemuda di beberapa daerah di Indonesia. Kata Kiyai Mujahidin, mereka dari beberapa pulau dengan perbedaan bahasa, suku, ras dan agama berkumpul untuk menyatakan sumpah bersama bahwa mereka adalah satu, yakni satu nusa satu bangsa dan satu bahasa Indonesia.

“Sejarah membuktikan bahwa ada sumpah pemuda dari para kumpulan pemuda Indonesia, butuh 17 tahun kemudian Indonesia baru merdeka,” kisahnya.

Melihat sejarah itu, ia pun menyampaikan bahwa persatuan karena perbedaan adalah harga mahal yang harus dibayar ketika bangsa Indonesia harus pecah karena perbedaan kepentingan politik praktis.

Maka dari itu, ia pun meminta agar perbedaan pandangan dan preferensi politik masyarakat tidak mengabaikan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Siapapun pilih siapa itu terserah yang paling penting jangan membuat kita saling perpecahbelah,” tegasnya.

Terakhir, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat itu juga meminta agar tepat ibadah seperti masjid dapat dibersihkan dari narasi kepentingan politik praktis tertentu.

“Mari jadikan masjid ini sebagai sarana pemersatu ummat dan berdoa dan kebaikan-kebaikan. Hilangkan hal-hal negatif di seluruh tempat ibadah sehingga kita bisa memberikan sesuatu kebaikan di seluruh lingkungan sekitar kita,” tutupnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua GMMI, Muhammad Yuda Pratama menyatakan bahwa pihaknya akan terus menggelorakan semangat untuk memerangi politisasi tempat ibadah, berita hoax, radikalisme dan ujaran kebencian di seluruh penjuru Indonesia.

“Kami berkomitmen akan terus melakukan kegiatan deklarasi tolak politisisasi tempat ibadah, berita hoax dan radikalisme se Indonesia,” tegas Yuda.

“Insya Allah sebagai generasi muda yang peduli dengan keutuhan bangsa, kami akan mempererat keutuhan bangsa,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *