Rampai Nusantara : Aksi Kenaikan BBM Tak Perlu dengan Kekerasan, Kawal Program BLT Agar Tak Diselewengkan

by -298,448 views

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, hingga non subsidi per Sabtu (3/9) lalu. Kebijakan pemerintah ini tentu akan berdampak pada kehidupan masyarakat, walau demikian kenaikan BBM ini tidak bisa dihindari karena selain sangat membebani APBN tetapi juga 70 persen subsidi BBM justru dinikmati oleh kalangan yang mampu seperti pemilik mobil pribadi sehingga tujuan pemerintah untuk meringankan masyarakat kurang mampu justru tidak tercapai secara maksimal.

Aksi unjuk rasa pun dilakukan diberbagai daerah yang menolak kenaikan BBM dan sebagai negara demokrasi tentu aksi unjuk rasa merupakan sesuatu yang lazim dilakukan, namun demikian kita semua merasa prihatin karena adanya tindakan kekerasan dan juga pengrusakan berbagai fasilitas umum serta aset negara yang dilakukan saat aksi unjuk rasa dilakukan tentu hal ini tidak dapat dibenarkan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Dewan Eksekutif Nasional Rampai Nusantara Mardiansyah yang juga aktivis 98 biasa dipanggil Semar menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa harus diberi ruang untuk dapat dilakukan oleh siapa pun atau kelompok mana pun yang ingin menyampaikan pendapatnya atau keberatan nya atas kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, namun demikian hendaknya dilakukan dengan penuh tanggung jawab tanpa adanya tindak kekerasan dalam bentuk apapun terhadap orang maupun barang.

“Unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat itu tidak hanya boleh dilakukan tapi juga dilindungi oleh Undang-undang, tapi ya demo nya juga harus bertanggung jawab, mosok merusak barang milik negara seperti pagar gedung bahkan aparat kepolisian didorong, dilempari juga dipukuli nanti kalo polisinya melawan dibilang arogan dan melanggar HAM padahal siapapun itu khan manusia juga yang memilki hati nurani dan menjalankan tugasnya diiringi doa dari keluarga, anak dan istri. Jadi harusnya bisa untuk saling menghargai dengan memberi ruang pada kelompok yang unjuk rasa dengan difasilitasi agar penyampaian pendapat bisa dilakukan dengan baik dan tersampaikan pesannya tapi para pengunjuk rasa ya juga harus menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap orang maupun barang.” kata Semar, saat ditemui di Kantor DEN Rampai Nusantara Kamis Malam (8/9/22).

Seperti yang kita lihat, aksi unjuk rasa marak dilakukan diberbagai daerah dengan disertai tindakan kekerasan dan hal ini sangat disayangkan karena dapat menciderai nilai perjuangan yang justru membuat masyarakat dirugikan dan tidak bersimpati, ada baiknya selain unjuk rasa tetapi juga melakukan tindakan nyata untuk mengawal kebijakan lainnya dampak dari kenaikan BBM ini seperti memastikan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang ditujukan untuk membantu masyarakat agar dapat meringankan beban nya harus dipastikan tepat sasaran dan tidak diselewengkan.

“Saya rasa ada baiknya tidak hanya protes atas kebijakan tapi juga melakukan tindakan konkrit di lapangan dengan bersinergi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan BLT atau program bantuan lainnya dapat berjalan dengan baik, Hal ini jika dilakukan tentu akan sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat dan terkait hal ini Saya sudah mengarahkan serta meminta kepada seluruh pengurus dan anggota Rampai Nusantara di Seluruh Indonesia untuk ikut mengawal program bantuan dari pemerintah tersebut agar tepat sasaran dan tidak diselewengkan sehingga masyarakat pun akan terbantu dengan berkurang beban hidupnya.” tegas Semar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *