Prof. Dr. H. Amar Akbar Ali Masuk Kandidat Calon Rektor UNTAD, Namun Diduga Terafiliasi dengan HTI

by -141,114 views

Sulawesi Tengah – Prof. DR. H. Amar Akbar Ali, Wakil Rektor Pengembangan dan Kerjasama Universitas Tadulako (UNTAD) Sulawesi Tengah, tahun lalu gagal maju sebagai calon rektor UNTAD. Kali ini beliau berencana akan maju kembali mencalonkan diri sebagai kandidat calon Rektor UNTAD periode 2023-2027.

Saat ini yang bersangkutan aktif melakukan manuver untuk menang sebagai Rektor UNTAD periode 2023-2027. Kantong suara yang telah dibentuk dan dikader melalui Gema Pembebasan MPM (Mahasiswa Pecinta Mushola) Hisbullah dan dukungan dari kelompok kanan luar kampus, diharapkan dapat memenangkan dirinya sebagai rektor baru periode 2023-2027. Dengan tetap mengusung dan menggunakan mahasiswa yang sealiran dengannya, baik yang ada di dalam Gema Pembebasan dan FUI serta afiliasi eks HTI dan FPI.

Prof. DR. H. Amar Akbar Ali memiliki kedekatan dengan Hartono, Ketua FUI Sulteng yang saat ini mengelola Pesantren Mahasiswa Liwaul Haq yang beralamat Jalan Prof Mattulada, Dusun Vatutela, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu (sekitar 1 Km arah Timur Kampus Universitas Tadulako).

Universitas Tadulako (UNTAD) selama ini cukup kuat dalam arah pergerakan menegakkan khilafah. Beberapa kali mahasiswa UNTAD selalu yang menjabat sebagai Ketua Gema Pembebasan Sulteng. Bahkan alumnus mahasiswa UNTAD bernama Shiddiq Rabbani, alumni FKIP Biologi, saat ini telah menjadi Sekjen PP Gema Pembebasan dan memiliki kedekatan kuat dengan Ismail Yusanto, Jubir HTI.

Pergerakan mahasiswa Gema Pembebasan UNTAD sebagai sayap HTI mampu menggandeng beberapa ormas islam kanan seperti FPI, FUI, IJABI, HMI, Pelajar Islam Indonesia, Madina Palu, JAT, Majelis Dakwah Indonesia dan beberapa ormas lainnya. Hal ini menunjukkan bentuk kesiapan kaderisasi UNTAD dalam pergerakkan khilafah untuk mendegradasi kedaulatan negara. Kekuatan pergerakan khilafah di UNTAD tidak lepas dari adanya dukungan dari beberapa tokoh strategis pihak kampus yang memberikan akses dan dukungan.

Prof. DR. H. Amar Akbar Ali selaku Wakil Rektor Pengembangan dan Kerjasama, merupakan tokoh strategis dalam pergerakan khilafah dan islam kanan yang telah mengkader MPM (Mahasiswa Pecinta Mushola) Hisbullah. Khususnya di Fakultas Teknik saat dirinya menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik. Kedekatannya dengan beberapa tokoh kanan seperti Ustadz Hartono Yasin Anda, ketua FUI Sulteng merupakan bentuk persamaan satu visi dan misi dalam melakukan perjuangan.

Prof. Amar pun tidak setuju dan menolak persyaratan calon presma harus memiliki sertifikasi deradikalisasi. Sebagai Warek IV bagian kerjasama, Prof. AMAR tidak pro aktif mendukung kegiatan vaksinasi COVID-19 di kampus Untad.

Prof. AMAR juga berperan sebagai donatur aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gema Pembebasan dan FUI beberapa waktu yg lalu saat aksi Unras mahasiswa dukung khilafah sebelum dibubarkannya HTI secara resmi oleh pemerintah. Bahkan ada media anakuntad.com pendukung Prof. Amar yang memecah suara nasionalis di kampus. Diketahui media anakuntad.com, tidak ada badan hukum, hanya berupa akun biasa untuk medsos instagram dan facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *