Penyelesaian Kasus Brigadir J, Lemkapi Apresiasi Kerjasama Polri & Komnas HAM

by -145,169 views

Jakarta – Pemerhati Kepolisian sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan, menyambut baik koordinasi dan tukar informasi yang dilakukan tim khusus (timsus) Polri dengan Komnas HAM dalam menangani kasus penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri, Pejaten, Jakarta Selatan.

“Koordinasi dan tukar informasi sangat dibutuhkan para tim pencari fakta dalam kasus penembakan ini. Polri butuh Komnas HAM dan Komnas HAM butuh Polri. Khususnya yang menyangkut scientific crime investigation (penyidikan berbasis ilmiah),” ujar Edi Hasibuan, Minggu, 17 Juli 2022.

Polri dan Komnas HAM yang saling bertukar informasi membuat hasil investigasi semakin baik dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Berdasarkan pengamatan Edi, Tim khusus Polri ini bekerja keras sejak pagi, siang, hingga malam untuk mengumpulkan data dan bukti-bukti. Edi juga mengharapkan fakta baru banyak terungkap pasca timsus bekerja.

“Harapannya banyak fakta baru yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum agar mendapat trust (kepercayaan) dari masyarakat,” tutur Edi yang juga anggota Kompolnas periode 2012-2016.

Edi Hasibuan menjelaskan bahwa tidak mudah bagi Polri membuat masyarakat percaya terhadap hasil investigasi penembakan di rumah Kadiv Propam Polri. Profesionalisme Polri akan menjadi taruhannya.

“Dengan bukti dan fakta hukum yang benar, kami yakin masyarakat akan semakin percaya terhadap Polri. Apalagi, tim khusus ini diawaki 4 jenderal bintang tiga dan mereka semua adalah ahli reserse dan ahli intelijen,” ucap Edi.

Diketahui, tim khusus Polri juga sudah melibatkan pengawas eksternal, seperti Kompolnas dan Komnas HAM. Edi melihat ini sebagai transparansi Polri dalam menangani kasus tersebut.

Edi menambahkan, rakyat berkeyakinan tim khusus ini bakal mendalami berbagai fakta baru dan akan terus mencermati berbagai temuan demi temuan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat. Mulai dari lokasi kejadian penembakan, pelaksanaan autopsi, hinggga pengiriman dan penyerahan jenazah yang kurang lazim kepada keluarganya.

“Kami yakin, semua temuan tersebut sudah didalami tim khusus yg diketuai Wakapolri ini,” kata pakar hukum kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Edi meyakini Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada waktunya akan menyampaikan hasil temuan tim khusus ini sesuai fakta yang terjadi di lapangan.

“Kapolri kami yakini tidak bakal menutup-nutupi fakta sekali pun itu menyakitkan,” kata Edi.

Ia yakin sosok Kapolri yang dikenal tegas tidak akan pernah ragu menindak siapa pun anggota Polri yang menyimpang. Apalagi diketahui terbukti menyalahgunakan kewenangan dalam tugasnya. “Kami ajak masyarakat bersabar. Percayalah pada waktunya Kapolri bakal mengumumkannya secara terbuka kepada masyarakat,” tutup Doktor ilmu hukum sekaligus Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta.

Kapolri Bentuk Tim Khusus

Peristiwa polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J terjadi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini.

“Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Pak Wakapolri, Pak Irwasum, kemudian ada Pak Kabareskrim, Pak Kabik (Kabaintelkam) kemudian juga ada As SDM, karena memang beberapa unsur tersebut harus kita libatkan termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal,” kata Jenderal Sigit di Mabes Polri, Selasa (12/7).

Komnas HAM dan Kompolnas turut disertakan dalam tim khusus itu. Dia memastikan proses penyelidikan, penyidikan, hingga temuan terkait kasus itu akan disampaikan transparan dan periodik sehingga menjawab keraguan publik. Hal tersebut merupakan komitmen dari Kapolri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *