NATO Minta KPK Panggil Dirut PLN dan Pertamina Soal Korupsi PLTU Riau

by -247 views

MediaSiber.com – Nusantara Anti Korupsi (NATO) kembali turun gunung mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk lebih serius melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kali ini, massa NATO meminta lembaga antirasuah kembali memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. 

“Agar kasus PLTU Riau-1 ini terang benderang maka KPK wajib panggil Dirut Pertamina. Jangan ada dusta diantara kita,” tegas Koordinator aksi NATO Ahmad L, Senin (17/12/2018).

Lebih lanjut, Ahmad menyakini penyidik KPK bisa menjerat koruptor lainnya selain Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B Kotjo.

“Jadi tidak ada langkah lain untuk membongkar skandal ini maka KPK wajib panggil ulang mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN,” bebernya.

Selain itu, NATO juga mendorong KPK memeriksa Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir yang disebut-sebut kembali dalam persidangan kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1 berkaitan dengan penunjukan konsorsium penggarap proyek. Penyebutan itu mengemuka dalam pertimbangan dalam putusan pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Kotjo divonis 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan. Kotjo terbukti bersalah menyuap anggota DPR Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham Rp 4,7 miliar. Kotjo menyuap keduanya untuk mendapatkan proyek dari PLN tersebut.

“Pendalaman sudah cukup dilakukan apalagi namanya beberapa kali disebut. Saatnya KPK periksa lagi Sofyan Basir, jika terbukti ikut pemufakatan jahat ini maka KPK jangan ragu untuk tetapkan sebagai tersangka. Apalagi Sofyan Basir kerap beberapa kali bertemu terdakwa Kotjo yang digagas dan difasilitasi Eni,” katanya.

Pertemuan Sofyan dengan Eni digelar di sejumlah tempat, di antaranya Hotel Fairmont, Arkadia Green Park, juga di kediaman Sofyan di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Selain Eni, pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes B Kotjo juga ada dalam sembilan kali pertemuan itu.

Dan dalam satu kali pertemuan di rumah Sofyan, mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham juga ikut. Bahkan ada juga pertemuan bersama Setya Novanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *