Minta Publik Tak Terprovokasi Hoax, JARI 98 : Stop Serang Polisi, Bijaklah dalam Bermedia Sosial

by -34,062 views

Jakarta – Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa meminta masyarakat untuk mewaspadai bahaya hoax dan provokasi jelang tahun politik 2024.

“Bijaklah menggunakan media sosial, jangan gegara Ibu Jari bisa masuk penjara,” tegas Willy, hari ini.

Menurutnya, mencermati media sosial saat ini ditengah memasuki tahun politik 2024 semakin memanas, ada saja isu-isu yang tidak rasional terus digoreng demi memenuhi syahwat politik.

Kata dia, perlu di luruskan terkait Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo dalam menangani kasus dan perkara terkait peristiwa Ferdi Sambo, Teddy Minahasa telah selesai dan kasus tersebut lagi bergulir dipersidangan.

Maka, sebagai rakyat tugas bersama adalah mengawalnya dan tidak mendeskreditkan Polri dalam hal ini pucuk pimpinannya Jenderal Listyo Sigit. Justru, ia melihat masyarakat banyak mengapresiasi Kapolri dan bisa lulus melewati ujian dan badai tsunami.

“Masyarakat harus cerdas, ada benalu-benalu yang terus berusaha menyerang Polri. Padahal tren positif sekarang terus melejit paska kasus besar Sambo dan Teddy. Jangan tergiring narasi negatif maupun hoax,” tambahnya.

“Polri saat ini PRESISI dan serba transparan dalam mengemukakan sebuah kasus atau perkara lainnya,” kata dia lagi.

Willy menambahkan bahwa media sosial bisa jadi kompor pemanas dan pemantik. Oleh karenanya pergunakanlah platform tersebut dengan bijak, adil dan arif.

“Jangan gegara media sosial kita masuk penjara oleh karena menghujat, mencemooh dan memfitnah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *