Kuatnya Pengaruh Geo Politik Global, Direktur SKSG UI : Kontestan Pemilu 2024 Perlu Strategi Hadapi Isu Internasional

by -140 views

Jakarta – Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang dilaksanakan secara serentak pada tanggal 14 Februari tahun 2024, merupakan hal yang kompleks dikarenakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilu Legislatif, dan Pemilu Kepala Daerah yang tidak hanya bersifat prosedural, melainkan political engineering untuk memunculkan para pemimpin yang berintegritas dan berkualitas untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Hal itu disampaikan oleh Athor Subroto, S.E., M.M., M.Sc., Ph.D., Direktur Sekolah Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) saat menyampaikan pandangannya terkait pengaruh geo politik global dan pengaruh negara asing terhadap Pemilu 2024 di Indonesia.

Menurutnya, Pemilu 2024 akan menghadapi tantangan beragam, mulai dari politik uang, vote buying, vote trading, netralitas ASN, kemunculan dinasti politik dan politik dinasti, kualitas dan kuantitas pemilih, dalam teknis penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Tantangan tersebut menjadikan pemilu harus terus ditingkatkan kualitas etis dan kualitas integritasnya.” ujar Athor.

Athor kembali mengulas pengukuran EIU Democracy Index, Indonesia berada di kategori “Flawed Democracyā€¯ dengan skor 6,71 menempati urutan ke-52 di dunia dari total 165 negara. Lebih lanjut, ia menjelaskan rangkuman dari EIU Democracy Index dan Freedom in the World, bahwa sudah ada beberapa indeks demokrasi Indonesia yang dinilai sangat baik, yaitu fungsi pemerintah, partisipasi politik, proses pemilu dan pluralisme, kebebasan sipil, proses pemilu, pluralisme dan partisipasi politik, fungsi pemerintah, otonomi personal dan hak individu.

Lebih lanjut, ia menyinggung terkait Indonesia yang didaulat menjadi Ketua ASEAN di tengah-tengah situasi global yang sangat tidak mudah dalam menghadapi Krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan, perang, yang saat ini terjadi.

“Secara tidak langsung, ada pengaruh hal ini terhadap Pemilu 2024. Diketahui ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo Pasifik serta akan terus dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan sesuai tema ASEAN Matters, Epicentrum of Growth.” tukas Athor.

Athor juga memberikan catatan penting bagi Indonesia untuk menentukan calon presiden (capres) Pemilihan Presiden 2024 (Pilpres 2024) berhubungan dengan perkembangan geopolitik global.

“Siapapun pengganti Presiden Jokowi, Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang lebih memiliki pandangan outward-looking atau mempunyai visi yang luas dalam dunia internasional, untuk lebih unggul dari negara-negara lain pada masa sekarang.” ungkapnya.

Ada 3 kriteria yang harus dipenuhi menurut Athor, diantaranya;

a. Kelihaian berbahasa inggris akan sangat membantu kebutuhan mengambil keputusan seorang presiden
b. harus memiliki wawasan geopolitik yang mendalam dan luas
c. memiliki strategi internasional atau geostrategi yang kuat.

Athor juga menjelaskan tentang perkembangan permasalahan di Eropa dan Amerika yang sedikit banyak mempengaruhi tahun politik di Indonesia. Terutama permasalahan perang di Ukraina, yang menimbulkan krisis (ekonomi, pangan dan energi), krisis keuangan yang berpengaruh untuk Indonesia mengakibatkan inflasi sebesar 4,8% pada Juni 2023 dibandingkan Juni 2022, yang sudah dialami negara-negara Amerika dan Eropa.

“Tahun 2023 merupakan tahun politik yang memperlihatkan masyarakat pada wacana-wacana politik para kontestan untuk dapat dipilih dalam pemilihan umum 2024. Pada masa kampanye politik dengan mengacu pada krisis yang ada dan mengusulkan solusinya, atau dengan merekonstruksi krisis baru yang mungkin belum diketahui oleh publik. Hal ini bisa menguntungkan, yakni bisa diambil dari pertarungan ide untuk menyelesaikan masalah krisis yang dihadapi Indonesia.” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *