Ketua DPRD DKI Dipastikan Tidak Melanggar Etik, PSI : Interpelasi Formula E Harus Dilanjutkan

by -198,695 views

Jakarta – Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mendorong agar interpelasi Formula E kembali dilanjutkan. PSI pun mengundang fraksi penolak interpelasi hadir dalam paripurna untuk menyampaikan penolakannya.

“BK sudah menyatakan Ketua DPRD tidak melakukan pelanggaran soal interpelasi Formula E. Oleh karenanya, kita harus lanjutkan prosesnya. Soal fraksi-fraksi yang masih menolak interpelasi, kami harap mereka datang dan sampaikan sikap di rapat paripurna agar masyarakat tahu alasan menolaknya apa,” kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra melalui keterangan tertulis, Jumat (8/4/2022).

Anggara mengaku bingung terhadap sikap fraksi yang enggan menghadiri rapat paripurna interpelasi. Padahal Anggara memandang datang ke rapat paripurna bukan berarti menyetujui interpelasi Formula E.

“Justru di rapat paripurna mereka bisa menegaskan bahwa penolakan interpelasi, bisa sampaikan alasannya apa. Proses interpelasi kan baru digulirkan lebih lanjut kalau setengah dari anggota yang hadir setuju,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI itu menyatakan proses interpelasi perlu diupayakan. Tujuannya, mendengar secara langsung penjelasan Gubernur Anies Baswedan terkait penggunaan APBD DKI untuk commitment fee hingga studi kelayakan yang menjadi acuan panitia.

“Selama ini kita pahami hanya dari berita, nggak ada kesempatan untuk mendengarkan langsung dari Pak Gubernur. Harapannya interpelasi bisa jadi ajang buka-bukaan. Biar semuanya jelas,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal Formula E kembali dilanjutkan. Hal itu disampaikan lagi oleh Prasetio Edi setelah dinyatakan tak melanggar kode etik.

Keputusan tidak melanggar kode etik itu disampaikan BK setelah proses pemeriksaan terhadap Prasetio terkait interpelasi. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta yang ditandatangani oleh sembilan orang anggota BK.

Setelah mendapatkan keputusan itu, Prasetio lantas buka suara. Dia menekankan sejak awal agenda interpelasi yang disampaikan olehnya dijalankan sesuai dengan prosedur.

“Kan dari awal saya sudah bilang interpelasi itu hanya hak bertanya kita di DPRD tentang Formula E dan itu dilakukan sesuai aturan,” kata Prasetio melalui keterangan tertulis, Kamis (7/4/2022).

Dia menyebut, setelah dia dinyatakan tidak melanggar kode etik, rapat paripurna interpelasi Formula E pada 28 September 2021 berarti belum berakhir. Dia memastikan saat itu hanya melakukan skorsing, yang artinya rapat bisa dilanjutkan kapan pun.

Politikus PDIP itu meminta Anies Baswedan tidak paranoid untuk hadir dalam rapat paripurna interpelasi di DPRD DKI. Sebab, interpelasi merupakan fungsi dan kewenangan Dewan untuk bertanya terkait kebijakan Gubernur yang dinilai tidak wajar.

“Mau ditanya saja kok parno. Anies itu kan punya kemampuan menata kata yang sangat bagus. Saya yakin Anies bisa menjawab semua pertanyaan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *