Jangan Ikuti Aksi 67 Penuh Muatan Politik Praktis

MediaSiber.com – Ketua Jaringan Muslim Muda Jayakarta (JMMJ), Anyonk Laputono menilai Aksi 67 yang akan digelar oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA212) tidak bisa serta merta diklaim sebagai aspirasi seluruh umat Islam. Ia justru memandang apa yang akan digelar oleh ormas yang dikomandoi oleh Slamet Maarif dan Habib Rizieq tersebut hanya bentuk upaya untuk mencari keuntungan politis tertentu.

“Aksi 67 yang akan digelarkan pada hari Jumat oleh PA 212 ini tidak boleh asal sebut sebagai gerakan aspirasi ummat. Ini jelas kental nuansa politisnya,” kata Anyonk ketika dihubungi Indonesiakita.co, Kamis (5/7/2018).

Indikasi kuat muatan politisnya bisa dilihat dari salah satu tuntutan mereka yakni penolakan Plt Gubernu Jawa Barat, Brigjen Pol M Iriawan. Bisa sebelumnya penolakan Iriawan tersebut didasari karena ketakutan potensi ketidaknetralitasannya institusi Polri di Pilkada Jawa Barat 2018 lalu, yang akhirnya ketakutan dan tudingan tersebut tidak terbukti.

Namun anehnya setelah Pilkada Jawa Barat 2018 kemarin aman dan tertib bahkan tidak terjadi keberpihakan institusi Polri dalam Pilkada tersebut, mengapa isu tersebut kembali dimunculkan dalam aksi 67 tersebut.

Melihat hal itu, Anyonk pun menyatakan bahwa jelas potensi politisnya sangat kuat, dan salah satu targetnya adalah untuk memuluskan kampanye mereka 2019 Ganti Presiden dengan terus menyampaikan narasi negatif di hadapan publik.

“Adapun aksi tersebut kami menilai ada indikasi kuat bahwa aksi menuntut keadilan itu kental bermuatan politis. Oleh karena itu, masyarakat jangan mau dopropokasi dan dihasut atau diiming-imingi sesuatu agar mengikuti aksi tersebut,” tegasnya.

Selain itu, Anyonk juga menyampaikan nuansa politisnya terasa ketika aksi tersebut juga bertepatan dengan puncak acara pertemuan dai dan ulama internasional yang tengah berlangsung di Hotel Grand Cempaka tersebut. Bukan masalah apakah ini untuk keadilan ataupun tidak, justru Anyonk dalam konteks ini memandang aksi 67 bisa berpotensi mencoreng citra ulama itu sendiri, yakni ulama sebagai penyejuk dan pembimbing ummat justru sekarang menjadi agend demo.

“Saya pikir aksi 67 justru bisa coreng muka ulama Indonesia sendiri, apalagi kan hari ini juga pertemuan dan dan ulama internasional juga tengah berlangsung yang jaraknya juga gak jauh-jauh amat, Monas-Cempaka Putih,” tuturnya.

Maka dari itu, Anyonk pun mengimbau kembali kepada publik agar tidak mudah dirayu dan diajak untuk mengikuti agenda aksi 67 tersebut, karena muatan politisnya jauh lebih besar dibandingkan kepentingan keummatan itu sendiri.

“Kami percaya masyarakat sekarang sudah cerdas membaca dan melihat kondisi saat ini, apalagi dalam ajakan aksi yang diserukan sangat jelas muatan politiknya yaitu persoalan hasil pilkada Jawa barat dan soal pengangkatan plt Gubernur Jawa barat oleh mantan Kapolda Jawa Barat itu,” tutupnya.

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply