Insiden di Laga Arema vs Persebaya Disesalkan, Tak Akan Terjadi Jika Panitia Kabulkan Surat Permohonan Ubah Jadwal Polres Malang

by -218,159 views

Jatim – Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan setidaknya 127 orang mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Tak terkecuali Presiden Joko Widodo.

Peristiwa tersebut mungkin tak akan terjadi seandainya pihak Panpel Arema FC mengabulkan surat permohonan yang diajukan oleh Polres Malang,untuk merubah jadwal pertandingan liga 1 tahun 2022 antara Arema FC vs Persebaya yang sedianya main pada pukul 20.00 Wib menjadi pukul 15.30 Wib dengan dasar pertimbangan keamanan tentang kerawanan sepak bola liga 1 antara kesebelasan yang sudah menjadi musuh bebuyutan antara Arema FC dan Persebaya.

Atas tidak dikabulkannya permohonan Polres Malang tersebut maka terjadilah musibah tersebut, dan akhirnya Jokowi meminta Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali dan Kapolri, Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk segera melakukan investigasi mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan tersebut.

Presiden Joko Widodo ingin segera dilakukan pembenahan dan pertanggungjawaban atas hilangnya nyawa ratusan jiwa dan kerusakan fasilitas akibat tragedi tersebut.

“Segera investigasi dan benahi apa yang terjadi, tentu harus ada yang bertanggung jawab. Maka kita akan tegakan aturan FIFA ataupun PSSI dan aturan hukum di negara ini,” jelasnya.

“Ini musibah luar biasa dan memprihatinkan, pemerintah sampaikan duka cita mendalam. Arahan Bapak Presiden melalui Mensesneg kepada saya diminta ke Malang untuk melihat ke rumah sakit. Tadi Pak Mensesneg telepon sudah diminta ke Malang makanya tadi koordinasi dengan Pak Kapolri kita langsung ke Malang,” ujar Zainuddin, Minggu (2/10/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dalam pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 berakhir dengan tragedi. Suporter tuan rumah menerobos masuk ke dalam lapangan begitu pertandingan usai. Mereka melampiaskan kekesalan karena tim jagoan kalah 2-3 dari Persebaya. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengkonfirmasi 127 orang meninggal dunia, 2 dari polisi dan 125 dari Aremania dan Aremanita.

“127 orang meninggal dunia. 2 anggota polri, dan 125 dari Aremania. 34 meninggal di Stadion yang lain meninggal dunia di rumah sakit saat perawatan,” kata Nico.

Selain itu, dilaporkan sebanyak 13 kendaraan rusak. 10 mobil merupakan kendaraan dinas polisi. 3 merupakan mobil pribadi. “180 orang masih dalam proses perawatan masih dalam proses penyembuhan tim medis,” ujar Nico.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *