Himbau Jaga Kerukunan Umat Beragama, Ketua PCNU Kota Mataram : Antisipasi Paham Radikal & Intoleransi yang Jadi PR Kita Bersama

by -184,908 views

Mataram – Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Mataram, TGH Muammar Arafat menerangkan bahwa kerukunan umat beragama perlu kita jaga bersama.

“Bahaya paham radikal dan intoleransi adalah PR kita bersama.” tegasnya.

Penduduk Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa dan budaya yang tersebar di berbagai wilayah, berisiko adanya gesekan.

“Gesekan kemajemukan itulah yang harus dihindari dan disitulah peran akademisi dalam menangkal paham tersebut. Penduduk ini menganut agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, bagian terbesar dari penduduk menganut agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.” jelasnya lebih lanjut.

Ia menambahkan bahwa diperlukan kearifan dan kedewasaan di kalangan umat beragama untuk memelihara keseimbangan antara kepentingan kelompok dan kepentingan nasional, diperlukan kebijaksanaan dan strategi untuk menciptakan dan memelihara kerukunan umat beragama guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang Aman damai sejahtera dan bersatu.

“Kerukunan umat beragama secara etimologis rukun dari bahasa Arab Rukun berarti asas atau dasar, tiga unsur kerukunan umat beragama pertama kesediaan untuk menerima adanya perbedaan keyakinan dengan orang maupun kelompok lain, kesediaan membiarkan orang lain untuk mengamalkan ajaran yang diyakininya dan kemampuan untuk menerima perbedaan selanjutnya menikmati suasana kekhusyuan yang dirasakan orang lain sewaktu mereka mengamalkan ajaran agamanya, jangan mencaci maki Tuhan yang orang lain sembah,” ungkap TGH Muammar Arafat.

Menurut data, Nusa Tenggara Barat pernah terjadi beberapa konflik yang berlatar belakang SARA yang mengakibatkan kesedihan oleh salah satu pihak. Hal semacam ini jika kita menyikapinya secara dewasa, secara arif dan bijaksana tidaklah terjadi.

“Terlebih kita akan menyambut event penting untuk negara kita yaitu KTT G20 dibali, kita harus menjadi tuan rumah bagi negara negara yang menjadi keanggotaan G20 yang akan membahas perekonomian negara. Maka dari itu, junjung tinggi toleransi yang mengedepankan kebudayaan harus kita penuhi kepada semua pihak.” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *