Seruan Teguhkan Pancasila, NKRI Harga Mati

by -652 views

Jakarta – Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) mengharapkan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016 dijadikan momentum bagi rakyat untuk menegukan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Eksekutif LKSB, Abdul Ghopur menyatakan, sebagai sebuah bangsa besar yang majemuk dan telah berdiri 71 tahun lalu masyarakat seperti kehilangan nalar publik untuk hidup bersama atas dasar semangat kesatuan dan persatuan nasional.

“Maka itu kami menyerukan warga Bangsa Indonesia meneguhkan Pancasila dan NKRI sebagai harga mati,” kata Ghopur, saat Fokus Group Discussion bertajuk nasionalisme dan kebangsaan ‘Meneguhkan Jakarta Sebagai Epicentrum Nasionalisme, Dengan Semangat Sumpah Pemuda Mari Kita Rajut Nilai-Nilai Kebangsaan dan Bhineka Tunggal Ika.

Hal itu disampaikannya di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Pusat Jakarta, Jumat (28/10/2016). Turut hadir para mahasiswa, pemuda dan pemudi NU, perwakilan PMII, IPNU, PMKRI, FKUB, mantan aktivis 98, dan lainnya.

Lebih lanjut, Ghopur mengajak, masyarakat juga menolak politisasi, dalih, dan nama apapun termasuk isu mengandung SARA oleh partai politik.

“Kami juga menolak cara-cara politik kolonial yang mengedepankan feodalisme dan fanatisme sempit,” ujar Ghopur.

Menurutnya, segenap komponen bangsa terutama warga Jakarta perlu membangun landacape politik kebangsaan yang rasional dan humanis demi terciptanya prikehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.

“Karena itu, kami mengajak warga bangsa Indonesia terutama warga Jakarta mengembangkan cara berpikir kritis-transformatif terhadap kondisi kekinian bangsa dan negara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *