Presidium Jari 98 Dukung Aksi Bela Islam III Jihad ke Myanmar

by -869 views

Jakarta – Aktivis 98 tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mengutuk keras segala tindak kejahatan kemanusian yang ditujukan kepada etnis Rohingya di Myanmar. Terutama yang berakibat pada hilangnya tempat tinggal, pemerkosaan dan penyiksaan terhadap perempuan dan anak-anak.

“Kami mengutuk keras kebiadaban Myanmar yang mendzolimi saudara muslim Rohingya di Myanmar. Ini sungguh kejahatan tak pantas terjadi dimuka bumi ini terlebih dalam dunia yang peradaban ilmu pengetahuan dan teknologinya sudah sedemikian maju,” tegas Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Kamis (24/11/2016).

Lebih lanjut, Willy juga meminta kepada pemerintah Republik Indonesia (Jokowi-JK) melalui mekanisme ASEAN dan PBB agar pro aktif mengupayakan solusi damai dan keadilan bagi etnis Rohingya di Myanmar.

“Pemerintahan Jokowi-JK juga harus ikut menyikapi kebiadaban negara Myanmar yang perlakukan sangat tidak manusiawi kepada muslim Rohingya. Kalau perlu PBB keluarkan statement dan intruksikan perang terbuka,” ucap dia.

Selain itu, Willy juga berpesan agar pemerintah melakukan upaya diplomatik yang maksimal supaya langkah penghentian kekerasan dan konflik yang berujung kejahatan kemanusiaan bisa terwujud. Namun, jika harus melakukan upaya intervensi kemanusiaan bahkan langkah pemutusan hubungan diplomatik dengan rezim Myanmar jika terbukti melakukan kejahatan kemanusiaan.

“Kami sangat menyayangkan cara-cara keji yang dilakukan dengan melakukan pembunuhan hanya karena perbedaan keyakinan dalam suatu agama,” sesal Willy.

Lebih jauh, Willy juga berharap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq bersama elemen bentukannya Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) untuk menjadikan momentum untuk berangkat jihad ke Myanmar atas masalah Rohingya.

“Publik akan mengapresiasi peran aksi bela Islam jilid III dengan berangkat jihad masalah konsistensi dan kontribusinya kaum Rohingya di Myanmar,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *