Mahasiswa Minta Komnas HAM Seret Prabowo ke Pengadilan HAM

MediaSiber.com – Sekitar 100 orang yang mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Indonesia mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat di tahun 1997-1998.

Menurut koordinator aksi, Ahmad menyampaikan bahwa Prabowo Subianto adalah aktor yang dianggap paling bertanggungjawab terkait dengan peristiwa penculikan dan penghilangan orang di tragedi berdarah itu. Maka dari itu, ia meminta agar Komnas HAM lebih serius dengan memanggil mantan Danjen Kopassus tersebut ke pengadilan HAM.

“Kalau Prabowo benar maka dia pasti datang ke pengadilan, jika prabowo salah maka dia tidak akan hadir,” kata Ahmad dalam orasinya di depan gedung Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Ia juga meluapkan kekesalannya kepada Komnas HAM yang dianggapnya sejauh ini terkesan tidak serius dalam upaya menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang membuat banyak aktivis 98 menjadi korban itu.

Apalagi beberapa kasus ditemukan bahwa dokumen Komnas HAM soal upaya pengusutan kasus pelanggaran HAM masa lalu tersebut selalu dikembalikan oleh Kejaksaan Agung, lantaran dokumen tersebut masih dianggap kurang valid.

“Komnas HAM harus segera panggil Prabowo. Jika tidak maka jangan-jangan komisioner Komnas HAM hanya makan gaji buta. Jangan-jangan mereka adalah titipan orba dan partai tertentu,” tukasnya.

Jika sampai benar Komnas HAM tidak berani mendatangkan Prabowo dan memintai keterangannya dalam peristiwa itu, ia meminta agar Komisioner Komnas HAM memakai pakaian dalam wanita saja.

“Sebaiknya Komnas pakai rok saja, pakai BH saja jika tidak berani menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, termasuk memanggil Prabowo Subianto,” tegasnya.

Bagi Ahmad, keterangan Prabowo bisa menjadi kunci pembongkaran kejahatan HAM masa lalu itu. Apalagi kasus yang membuat banyak aktivis hilang dan meninggal dunia itu sudah 20 tahun berlalu.

“Harapan kami, komnas HAM harus segera bisa memanggil Prabowo agar rakyat bisa melihat Komnas HAM berhak mendapatkan gaji sesuai dengan yang mereka dapat hari ini,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi yang mereka gelar tersebut berjalan dengan lancar dan tertib. Mereka juga sempat melakukan aksi tebar bunga di depan gedung Komnas HAM sebagai bentuk peringatan Hari HAM Internasional dan dorongan agar Komnas HAM lebih serius dalam upaya penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk peristiwa tragedi 1997 dan 1998.

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply