Islam Ajarkan untuk Damai Tanpa Permusuhan

by -290 views

Jakarta – Saat proses Pilkada Serentak 2017 yang digelar di 101 daerah yang tersebar di wilayah Indonesia. DKI Jakarta dinilai sebagai satu titik yang gencar dihembuskan isu suku agama, ras dan antar golongan (SARA). Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum) Gus Sholeh Mz.

“Kenapa Al Maidah 51 hanya diterapkan di Jakarta saja, padahal di Papua PKS dukung Pendeta pemimpin,” cletuk Gus Sholeh dalam acara diskusi bertajuk kebangsaan bertema “Islam dan permasalah kebangsaan saat ini”, kata Gus Sholeh, di Lebak Bulus, Jumat (17/3).

Turut hadir narasumber lainnya dalam acara deklarasi dukung Ahok-Djarot yaitu Panglima pasukan berani mati Gus Dur, Gus Nuril Arifin Husein.

Menurut Gus Sholeh, sejatinya pertanyaan di atas harus direnungkan oleh berbagai pihak. Mengingat, tidak relevan jika selalu mencari kesalahan orang lain tanpa mencari tahu kebenaran yang ada, mengingat Indonesia merupakan negara Pancasila.

“Islam diajarkan untuk damai tanpa permusuhan, jadi jangan ciptakan permusuhan,” tuturnya.

Gus Sholeh melanjutkan, Pilkada hanya proses politik saja, jadi jangan sampai termakan oleh janji mengingat fenomena yang terjadi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

“Nabi Muhammad selalu mengajarkan kebaikan antar sesama, jadi kalau cari-cari kesalahan menjadi satu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *