Gara-gara Tampang Boyolali Prabowo, Warga Jateng Gelar Protes di Depan Kantor Ganjar Pranowo

MediaSiber.com – Ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Jawa Tengah mengaku sangat geram dengan statemen Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto terkait dengan indikasi penghinaan terhadap warga Boyolali dalam sebuah pidatonya beberapa waktu yang lalu.

Kegeraman mereka tersebut ditunjukkan dengan melakukan aksi unjuk rasa di beberapa lokasi yakni di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah dan kantor DPRD Jawa Tengah.

“Kami rasa statemen Prabowo sangat tidak mencerminkan sosok negarawan, apalagi notabane dirinya sebagai Capres yang bakal ngemis suara rakyat untuk dipilih, seharusnya jagalah mulut jangan asal mangap (asal bicara -red),” kata koordinator aksi, Mahfudz Ali di depan kantor Gubernur Jawa Tengan, Semarang, Senin (12/11/2018).

Meskipun konteksnya diklaim Prabowo maupun tim suksesnya adalah guyonan belaka, namun Mahfudz mengintakan guyonan semacam itu tidak lucu dan tidak intelektualitas, bahkan cenderung berpoteni menimbulkan konflik sosial.

“Sikap Ketum Partai Gerindra itu sangat tidak patut untuk dicontoh. Sekalipun Prabowo merupakan sosok tokoh nasional, tapi selera humor semacam itu tidak bisa dibiarkan begitu saja karena
dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi bangsa ke depan,” tegasnya.

Selain kepada Prabowo, Mahfudz juga menyinggung sikap Sandiaga Salahuddin Uno yang dikatakannya terkenal dengan sikap ngawurnya. Dan baru-baru ini sikap Cawapres Prabowo tersebut adalah melangkahi makam sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri saat berziarah.

“Kita ingat Sandiaga Uno pernah dilabeli Santri oleh kelompok mereka. Mana ada santri yang ziarah tapi melangkahi makan yang diziarahi, apalagi makam itu sesepuh umat Islam, sesepuh warga Nahdliyyin, sesepuh NU,” ujarnya.

Bagi Mahfudz, sikap Sandi sangat tidak bisa dibenarkan begitu saja. Bahkan ia menilai sikap tersebut adalah bentuk penghinaan terhadap marwah ulama walaupun sudah meninggal dunia.

“Itu saru, itu tidak pantas. Tidak ada pemimpin bangsa yang sekurang ajar dia. Tidak ada, ini penghinaan bagi warga NU,” tegasnya lagi.

Melihat dari rentetan tersebut baik sikap dan ucapan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto maupun Sandiaga Uno, Mahfudz menegaskan bahwa pihaknya mendesak keduanya meminta maaf secara nasional kepada masyarakat Indonesia dan melakukan taubat nasuha.

“Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah melukai perasaan masyarakat, kalian berdua harus meminta maaf secara terbuka dan berjanji agar tidak lagi mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari,” tuntutnya.

Selain itu, Mahfudz juga menyerukan agar seluruh masyarakat dan umat Islam pada umumnya untuk lebih cerdas dalam menentukan pilihan politik kepada pasangan Capres-Cawapres yang benar dan tepat.

“Masyarakat harus cerdas memilih pemimpin, stop fitnah dan isu SARA pada Pemilu 2019. Karena pemilu 2019 merupakan ajang memilih pemimpin, bukan perang dan adu domba rakyat,” tutupnya.

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply