Nasbung Beda Karet, Jadi Viral

by -373 views

Jakarta – Tanggal 4 November kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen yang membicarakan tanggal yang semakin dekat ini.

Menariknya, ada sejumlah netizen yang mengunggah postingan menarik yang bisa mengundang gelak tawa netizen lainnya.

Seperti salah satunya adalah nasi bungkus 4 November dengan perbedaan pada karetnya. Postingan ini menjadi viral di media sosial.

Dalam foto yang diposting tersebut bertuliskan:

“KLASIFIKASI NASI BUNGKUS

Karet Merah Telur & Sayur Nangka

Karet Ijo Daging Rendang

Karet Kuning Teri Jengkol

4 NOVEMBER MAKIN DEKAT…

YUK DIPILIH KARETNYA!”

Gambar ini diposting oleh akun kribon @h_kribons di twitter pada 31 Oktober 2016.

Selain akun kribon @h_kribons ini, akun Iman Sjafei @imanlagi juga berkicau soal nasi bungkus.

Ia berkicau sudah menanyakan beberapa kenalan vendor nasi bungkus. Nasi bungkus itu sudah dipesan untuk 4 November. Rupanya, lauknya ikan dan telor.

“Iseng nanya bbrp kenalan vendor nasi bungkus ttg orderan buat tgl 4 nov. Lauknya ikan n telor . Kirain hajatan spesial nasbungnya pake ayam,” seperti dilansir Tribunnews.com.

Kenapa Pilih Tak Ikut Demo 4 November ?? Lebih Pilih Dzikir

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Anton Medan menyatakan tak akan ikut demonstrasi 4 November. Ia mengaku, lebih memilih dzikir daripada turut dalam aksi berlatar belakang tuntutan tuduhan penistaan agama yang dialamatkan pada Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

“Saya doa dzikir bersama dengan santri,” kata Anton Medan.

Anton mengatakan akan doa bersama 4.000 santri di pesantren miliknya, Kaki Langit. Lantaran demikian, Anton mengaku mendukung aksi unjukrasa organisasi keagamaan itu.

“Demo hak warga negara asal tidak anarkis,” ucap Anton.

Anton juga mengingatkan, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq yang mendorong aksi itu agar tetap menjaga kedamaian selama berunjuk rasa. Terlebih, ia mengaku memiliki kedekatan dengan pentolan FPI itu ketika menjalani masa penahanan di Polda Metro Jaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *