GPI Harap Masjid Kembali Fungsi Sebagai Pusat Dakwah, Bukan Instrumen Politik

by -60 views

MediaSiber.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) akan menggelar kegiatan diskusi publik untuk membahas berbagai hal dan potensi praktik politisasi masjid di Indonesia.

Baginya, praktik politisasi Masjid adalah salah satu tindakan yang justru sangat merendahkan nilai-nilai agama.

“Politisasi masjid juga dapat dimaknai sebagai perilaku merendahkan nilai-nilai agama,” kata Ketua Bidang Perkaderan PP GPI, Zulham Arif dalam keterangannya, Senin (21/1/2019).

Padahal menurutnya, agama merupakan nilai yang positif karena merupakan ajaran tentang Ketuhanan, kemanusiaan dan perdamaian. Sementara dalam praktik politisasi masjid, sering kali terdapat konten perpecahan dan pengkotak-kotakan kelompok.

“Agama umumnya selalu berisi sekumpulan ajaran tentang ketuhanan, kemanusiaan, perdamaian dan hal-hal indah lainnya. Hal yang patut disayangkan adalah ketika agama ditarik ke dalam ranah politik praktis, nuansa agama yang sakral itu perlahan luntur,” tuturnya.

Maka dari itu, ia pun menyampaikan akan menggelar diskusi sebagai bahan literasi yang mencerahkan terkait dengan praktik politisasi Masjid.

Arif berharap agar Masjid dapat dikembalikan fungsinya sebagai lembaga dakwah dan media penercahan umat.

“Tujuannya adalah mengembalikan fungsi Masjid sebagai pusat dakwah umat Islam, mencegah agar Masjid tidak menjadi instrumen politik dan mencegah adanya politisasi terhadap Masjid,” pungkasnya.

Kegiatan diskusi yang mengangkat tema “Optimalisasi Masjid Sebagai Media Pencerahan Umat” dengan sub tema “Menyoal Politisasi Masjid” tersebut rencananya akan digelar di Masjid Al Fataa, Jl Menteng Raya No. 58, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Selasa (22/1/2019) pukul 12.00 WIB.

Dan kegiatan tersebut juga direncanakan akan dihadiri seluruh perwakilan pengurus Masjid di seluruh Jakarta Pusat dan elemen Mahasiswa serta masyarakat umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *