Sugi Nur Bertaubatlah

by -467,136 views

JAKARTA – Ketua Umum HMI MPO Ahmad Latupono menyatakan sepakat dengan langkah warga dan tokoh masyarakat di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, yang menolak rencana pembangunan Pondok Pesantren (ponpes) Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, di Dusun Dam Guwe, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo. Terlebih, Sugi Nur sudah memiliki stempel sebagai tokoh yang kontroversial. Dan dalam berbagai ceramahnya, Sugi Nur kerap berbicara kotor, dan menebar kebencian baik terhadap ulama maupun pemerintahan.

“Wajar, warga Besuki Situbondo menolaknya. Untuk mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin, Dai harusnya menjadi panutan masyarakat, dengan menyampaikan ceramah yang menyejukkan sehingga bisa diikuti masyarakat,” ungkap Ahmad, hari ini.

“Tapi tidak dengan Sugi Nur, sepak terjangnya malah menghujat-hujat. Jadi wajar warga Situbondo menolaknya,” kata dia lagi.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak menolak pendirian pesantrennya, namun pemilik nya yang kurang humanis jadi tidak diterima oleh masyarakat disana. Jadi, kata dia, tidaklah pantas, seorang dai menyampaikan isi ceramahnya dengan menghujat ulama-ulama khususnya NU.

“Pastinya masyarakat di wilayah Situbondo yang notabene mayoritas warga Nahdiyin itu adalah panggilan hati nurani. Tidak dipungkiri, Sugi Nur kerap berseberangan dengan tokoh NU,” sebutnya.

Ia lalu berpesan agar Sugi Nur segera taubat dan tidak banyak melontarkan pernyataannya diruang publik dengan penuhi caci maki, itu tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Sangat berbahaya sekali, jika ada orang yang memuja-mujanya bisa terprovokasi dengan pernyataan Sugi Nur. Masyarakat harus jernih melihat persoalan ini, sebab warga Besuki dan tokoh disana tidak menolak pendirian Pesantren,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *