Selain Timbun Obat, PT Kimia Farma Diduga Naikkan Harga Obat-obatan

by -198 views
Aksi di PT Kimia Farma.

MediaSiber.com – Aliansi Pemuda Peduli Dunia Kesehatan (APPDK) kembali melakukan aksi unjuk rasa di PT Kimia Farma setelah sebelumnya melakukan aksi yang sama pada tanggal 28 November 2019.

Aksi ini sebagai bentuk protes atas adanya penemuan obat-obatan yang kadaluwarsa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) sehingga merugikan negara 96 Miliar Rupiah.

Dalam orasinya, Koordinator Massa, Mare mengatakan diduga kuat bahwa penimbunan obat-obatan di gudang PT Kimia Farma juga ada kaitannya dengan beberapa oknum-oknum di Kementerian Kesehatan RI.

“Kami mengkaji, menggali informasi serta berdiskusi bahwa kuat dugaan penimbunan obat-obatan sampai kadaluarsa ini juga diketahui dan berkaitan dengan beberapa oknum-oknum di Kementerian Kesehatan,” kata Mare dalam orasinya, Jumat (6/12/2019).

Ia juga menambahkan bahwa PT Kimia Farma sudah cocok untuk dibersihkan dari oknum-oknum yang mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat.

“Kami meminta Menteri BUMN, Bapak Erick Tohir juga harus bersihkan dan Perbaiki PT Kimia Farma terutama oknum-oknum yang melakukan penimbunan obat dan membuat negara dirugikan,” ujarnya.

Orator lainnya, Yandi mengatakan bahwa kisaran obat-obatan bagi penderita HIV ini sebenarnya murah namun ternyata oleh PT Kimia Farma dinaikkan harganya.

“Karena PT Kimia Farma punya akses terhadap obat ini, PT Kimia Farma menaikkan harga obat ini hingga kisaran 300-400 ribu rupiah, padahal aslinya 100-150 ribu rupiah, ini jelas monopoli obat-obatan,” kata Yandi.

Sementara itu, PT Kimia Farma belum memberikan penjelasan yang jelas.

“Ini kasus lama,” Kata seorang pegawai PT Kimia Farma. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *