Pengabdian Dosen UNNES, Gunakan Metode Multisensori untuk Optimalkan Peran Guru SD Inklusi dalam Program IEP

by -416,043 views

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diketuai Trimurtini, M.Pd. bertujuan meningkatkan pengetahuan guru dalam merancang dan mengimplementasikan program pembelajaran individual bagi siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan dilaksanakan di bulan Juli dan dilanjutkan pendampingan sampai Agustus 2022, melibatkan tim pengabdian dari unsur dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Kegiatan dibuka oleh Koorditor Pengawas Kecamatan Pringapus Bapak Sukiman, M.M. dan dihadiri oleh Pengawas, Kepala sekolah dan para guru di SD Negeri Klepu 02 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.

IEP ini idealnya disusun sebagai sebuah program rencana yang ditulis untuk tiap siswa yang memerlukan pembelajaran khusus demi kemajuan belajar siswa. Melalui buku pedoman IEP yang disederhanakan, guru dapat lebih mudah untuk menulis rencana, monitor, sampai penilaian IEP.

Selanjutnya menurut berbagai sumber dan riset, metode multisensori disarankan untuk dapat membantu siswa yang berkesulitan belajar. Pendekatan multisensori dalam pembelajaran literasi adalah sebuah proses belajar yang memanfaatkan sensori visual (penglihatan), auditori (pendengaran), dan kinestetik-taktil (gerakan, perabaan) untuk meningkatkan daya ingat dan proses belajar. Metode multisensori adalah metode pembelajaran yang memanfaatkan fungsi dari masing-masing alat indera. Metode multisensori didasarkan pada asumsi bahwa peserta didik akan belajar lebih baik jika materi pelajaran disajikan dalam berbagai modalitas.

Hasil awal kegiatan pengabdian menunjukkan 81,1% peserta menguasai materi pengabdian dengan cukup baik. Tindak lanjutnya adalah dilaksanakan pendampingan implementasi IEP dengan metode multisensori pada siswa berkebutuhan khusus untuk meningkatkan kemampuan dalam membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *