17an

Dihadapan Generasi Milenial, Diaz Ajak Kembangkan Poros Maritim Indonesia

IMG-20171212-WA0007

MediaSiber.com – Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono mengingatkan pentingnya pembangunan maritim kepada para generasi muda Indonesia. Menurutnya, selama puluhan tahun, laut masih dijadikan halaman belakang Indonesia.

Diaz memaparkan perkembangan pembangunan maritim di nusantara. Pada zaman penjajahan, kebanggaan maritim bangsa Indonesia berkurang. Tidak ada lagi visi maritim seperti pada zaman Sriwijaya. Sebelum reformasi, Indonesia mengedepankan doktrin darat, sehingga visi maritim Indonesia mati suri.

“‎Paradigma ini terasa hingga mempengaruhi keseharian kita. Kalau anak-anak diberikan kertas, mereka akan menggambar gunung, bukan laut. Paradigma maritim kita sudah tidak lagi terlihat. L‎aut hanya menjadi sekadar tempat pembuangan sampah, halaman belakang, tidak lagi dilihat sebagai tempat strategis,” kata Diaz saat seminar Pembekalan Putra Putri Bahari 2017 Tantangan Generasi Milenial Sebagai Pemimpin Generasi Mendatang Membangun Negara Maritim di Yayasan Dharma Ayu Bahari Jaya, Seskoal, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2017).

Dalam seminar yang dihadiri sekitar 70-an peserta ini, Diaz mengungkapkan, pada era Bung Karno, angkatan laut Indonesia masuk sebagai 5 besar yang terkuat di dunia. Namun sekarang, belum ada peningkatan. Karenanya, Presiden Jokowi berkomitmen untuk meningkatkan kembali kekuatan maritim Indonesia. Hal ini terlihat dengan Presiden yang memiliki visi 5 pilar poros maritim Indonesia.

1. Pertama menekankan budaya maritim.

Dikatan Diaz, Presiden selalu mengatakan kita harus mengembalikan Jalesveva Jayamahe. Dalam setiap kunjungan, Presiden juga selalu mempromosikan budaya maritim. Sebagai contoh, dalam setiap kuis selalu sebutkan nama ikan, membuat masyarakat berfikir bahwa ikan itu memiliki arti penting.

“‎Ibu Susi juga punya program yang namanya Gemar Ikan, untuk membuat masyarakat lebih senang makan Ikan. Pada acara 70 tahun Indonesia, Presiden bikin karnaval di Kapuas. Karnaval Khatulistiwa dilakukan di sungai Kapuas, bukan di jalan seperti umumnya,” ujar Diaz.

2. Visi yang kedua adalah menjaga sumber daya laut.

Mengedepankan perlindungan Nelayan yakni salah satunya lewat bantuan berbagai fasilitas seperti asuransi. 

3. K‎etiga menekankan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas.

Dikatakan Diaz, dulu Indonesia mengirim barang lebih murah ke Hong Kong dibandingkan ke Singapura. Tol laut akan menyediakan trayek konektivitas transportasi laut dan mempermurah biaya transportasi. Selain itu, ada juga gudang di pelabuhan untuk menyimpan bahan-bahan penting sehingga harga bisa terkontrol.

4. Visi ke empat, menerapkan diplomasi maritim dan menekankan paradigma bahwa laut adalah penghubung, bukan pemisah.

Sebagai contohnya dikatakan Diaz, pembangunan di Papua yang membantu Presiden menyesuaikan harga komoditas seperti semen dan BBM di Papua. 

“Yang kelima adalah penekanan pada membangun keamanan maritim. Presiden Jokowi membeli kapal selam dari Korea dan melakukan Trilateral Patrol bersama dengan Malaysia dan Filipina untuk menjaga keamanan laut di sekitar Indonesia,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Acara tersebut diselenggarakan bertujuan untuk mempersiapkan para finalis Putra Putri Bahari dari berbagai Provinsi di seluruh Indonesia. Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemilihan Putra Putri Bahari 2017 yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 15 Desember 2017.

Rangkaian acara tersebut akan ditutup oleh malam grand final yang diadakan di Baywalk Pluit, Jakarta Utara pada tanggal 15 Desember mendatang. (*)

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply