17an

Barak PKPI Harus Lebih Radikal Jaga Keutuhan NKRI

IMG-20180607-WA0215-774x581

MediaSiber.com – Barisan Kepemudaan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (Barak PKPI) menggelar focus group discussion (FGD) sekaligus launching elemen mereka sebagai simpatisan partai PKPI.

Salah satu pendiri Barak PKPI, Ahmad Zaki Latupono mengatakan bahwa pendirian elemennya tersebut dimotori oleh beberapa hal, salah satunya adalah dorongan kehadiran elemen Mahasiswa dan Kepemudaan untuk ikut mengawal Pancasila serta mengamalkannya sehingga tidak mudah dikoyak oleh paham atau ideologi lain.

“Saya berharap Gerakan BARAK PKPI mengambil spirit Sumpah Pemuda sebagai ruh pergerakan BARAK PKPI. Selain itu yang lebih penting lagi BARAK PKPI harus berasaskan Pancasila sebagaimana PKPI sebagai induk dari BARAK PKPI juga mengunakan azas Pencasila,” kata Ahmad Latupono dalam kegiatan Launching dan FGD di uP2Yu Resto and Cafe, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Ahmad Latupono juga menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi bangsa saat ini masih sama dengan yang dulu, yakni neo-imperialisme dan neo-kolonialisme.

“Hari ini persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah dihimpitnya oleh berbagai kekuatan, di satu sisi Indonesia masih menghadapi neo imperialisme dan neo kolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” terangnya.

Namun ada tambahan ancaman nyata yang dihadapi oleh bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia menurut Ahmad Latupono. Ancaman tersebut adalah gerakan fundamentalis agama yang justru mengancam kesatuan bangsa.

“Di sisi yang lain kita juga menghadapi gerakan fundamentalisme agama,” tambahnya.

Dua ancaman itulah yang harus dijawab oleh para generasi penerus bangsa yang pedulu terhadap nasib masa depan NKRI.

“Paling tidak dua kekuatan itu yang menghimpit kita, dulu ada kekuatan komunisme namun sudah tidak laku lagi akan tetapi menjadi perhatian kita. Hari ini yang kita hadapi pula dua kekuatan besar yang sedang merusak keutuhan NKRI,” tutur Ahmad Latupono.

Melihat dari pokok masalah itu, Ahmad Latupono mengatakan itulah yang menjadi dasar mengapa pihaknya membentuk BARAK PKPI sebagai manifesto gerakan partai dari kalangan Kepemudaan demi menjawab persoalan yang ada itu.

“Gerakan (neo imperialisme, neo kolonialisme dan fundamentalisme agama) ini datang dari bentuk baru yang dimanifestasikannya dalam bentuk penjajahan baru. Antara lain dalam berbagai kebijakan dan regulasi yang terselubung. Inilah masalah yang sangat fundamental dan harus menjadi perhatian dan sorotan Barak PKPI,” ujarnya.

“BARAK PKPI harus menjadi organisasi kepemudaan terdepan. Saran saya begitu banyak organ kepemudaan yang secara retorika, kami siap mengawal NKRI, menjaga NKRI dan sebaginya,” imbuh Ahmad Latupono.

Ia menyatakan ke depan BARAK PKPI tidak hanya bermain dalam wilayah retorika semata, melainkan lebih mengedepankan aksi nyata.

“Ini hampir standar namun penting, tetapi BARAK PKPI harus lebih dari itu tidak sekedar retorika tapi lebih dari action. Jadi banyak-banyaklah bekerja, jangan banyak-banyak bicara,” tegasnya.

Sebagai penyemangat, Ahmad Latupono bersama dengan para pendiri BARAK PKPI menyerukan kepada seluruh generasi bangsa Indonesia meneladani dan mengamalkan semangat Sumpah Pemuda.

“Gerakan BARAK PKPI harus mengambil semangat Sumpah Pemuda dan PKPI juga harus menginspirasi semangat sumpah pemuda,” tutupnya.

Peran BARAK PKPI demi jawab tantangan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur eksekutif The Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan semangat nasionalisme yang sudah diajarkan oleh para pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan bisa dicontoh dalam menjalankan roda organisasi BARAK PKPI dalam mencapai targetnya.

“Soal ucapan Soekarno yang mengatakan bahwa berikan aku 10 pemuda akan ku guncangkan dunia, tapi bukan pemuda sembarangan melainkan pemuda yang kuat, nasionalis, bukan pemuda yang suka menyebar hoax,” tutur Karyono.

Pengamat politik ini pun mengatakan sejauh ini seluruh partai politik yang ada pun memiliki sayap partai dan organisasi kepemudaan. Fenomena tersebut menjadi wujud nyata bahwa peran pemuda bagi bangsa dan negara sangat penting.

“Semua organisasi atau partai politik memiliki organisasi pemudanya, jika kita hitung hampir ribuan, ini artinya peran pemuda sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dan tak kalah penting disampaikan Karyono, bahwa pemuda harus melek terhadap perkemnangan jaman, sehingga mereka dapat menjawab tantangan yang ada secara baik dan tepat.

“Pergerakan organisasi pemuda hari ini harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan perkembangan bisnis dan lain-lain. Hal ini harus dikaji, bagaiman dampak revolusi teknologi dalam terkaitannya dengan politik, hukum, sosial budaya,” terang Karyono.

Salah satunya dikatakan Karyono adalah dengan menangkal paham radikalisme dan intoleran yang disebarkan oleh sekelompok orang melalui teknologi informasi yang berkembang saat ini. Ia berharap agar BARAK PKPI bisa melakukan countering dan menangkal gerakan mereka melalui media yang sama.

“Kawan-kawan semua tahu bahwa gerakan radikalisme dan terorisme hanya mengunakan teknologi atau lewat media sosial dan sangat merusak kehidupan, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Barak PKPI harus kaji hal itu dan barak PKPI jangan kalah dengan terorisme dan radikaliasme,” tegas Karyono.

“Barak PKPI harus lebih radikal tapi radikal yang positif dalam menjaga keutuhan NKRI dan memperjuangkan nasib masyarakat kecil,” imbuhnya.

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply