17an

KIN Bukan Saingan BIN, Tapi Mitra

IMG20180418122652-800x600

MediaSiber.com – Hari ini Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komite Investigasi Negara (KIN) telah menunjuk Kepala mereka yang baru, yakni Tyasno Sudarto. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat era Gus Dur tersebut dinyatakan sebagai Kepala KIN untuk kepengurusan periode 2018-2023.

Dalam sambutannya, Tyasno mengatakan bahwa kiprah KIN ke depan akan menjadi bagian terpenting dalam ikut menjaga kondusifitas sosial sekuat tenaga, sehingga tatanan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Dan salah satu upayanya akan mencanangkan program 1 desa 1 agen KIN akan berada di sana sebagai mitra masyarakat dana aparat negara lain.

“Melalui pengukuhan saya sebagai Kepala KIN baru semoga dapat diterima seluruh jaringan KIN yang ada. KIN akan canangkan 1 desa 1 agen. Dengan harapan, nantinya dapat mengeleminir segala ancaman, gangguan dan hambatan sedini mungkin,” kata Tyasno di Menara DEA Tower II lantai 8, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (18/4/2018).

Ia juga menyadari betapa pentingnya menjaga kondusifitas antar sesama anak bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah momentum pesta demokrasi di Tahun Politik seperti saat ini. Untuk itulah, ia juga menyerukan kepada seluruh petinggi KIN di pusat hingga di daerah untuk merapatkan barisan demi menjaga ketahanan sosial di kalangan masyarakat.

“Jelang tahun politik kerawanan akan terjadi. Tapi KIN dengan semboyannya akan mengedukasi masyarakat agar berbangsa dan bernegara lebih tinggi di atas kepentingan golongan,” tegasnya.

KIN bukan lembaga saingan

Sebagai salah satu lembaga yang bergerak dalam bidang investigasi dan intelejensi, KIN akan berkomitmen untuk menjaga kondusifitas di kalangan masyarakat sendiri.

“Tujuan KIN wujudkan keutuhan dan tegaknya NKRI yang berkeadilan. Ini sesuai tujuan kemerdekaan untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutur Tyasno.

Sektor yang akan mereka sentuh dalam menjalankan kinerjanya adalah persalan Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan (Sosbudhankam). Hal ini lantaran sektor tersebut memang memiliki kerentanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sangat tinggi.

“Tugas KIN yakni melaksanakan investigasi hal-hal yang berpotensi membahayakan kelangsungan negara dan pembangunan nasional di Sosbudhankam,” terangnya.

Pun memiliki ruang kerja investigasi dan intelejensi, Tyasno menyatakan dengan tegas bahwa lembaganya tersebut bukanlah pesaing lembaga-lembaga yang sudah dan memiliki ruang lingkup kerja yang sama. Bahkan purnawirawan TNI berpangkat terakhir Jenderal TNI tersebut menyatakan jika KIN ada untuk bersinergi dengan lembaga negara yang sudah ada, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan berbagai lembaga penegak hukum lainnya.

“KIN bukan lembaga saingan lembaga-lembaga negara lainnya, melainkan sebagai mitra kerja dari lembaga-lembaga itu yang sudah ada sebelumnya,” tegas Tyasno.

Lebih lanjut, ia menyatakan sinergitas antara KIN dengan lembaga negara lainnya akan sangat apik jika dilakukan. Apalagi Tyasno mengklaim bahwa anggota KIN yang sudah mencapi angka ribuan orang tersebut tidak hanya berada di dalam negeri saja, melainkan ada di negara lain.

“Nantinya KIN akan selalu bersinergi dengan lembaga yang ada tersebut, karena jaringan KIN tidak hanya di dalam negeri saja, melainkan ada yang ada luar negeri. Mereka adalah WNI yang kerja dalam bidang investigator yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi,” tutupnya. (ibn)

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply