17an

Jangan Ada Kelompok Takviri Kuasai Masjid untuk Politik

fstm - 04

Jurnalsatu.com – Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid As-Syalafiyyah Pangeran Jayakarta, Raden KH Ahmad Hendar mengatakan bahwa saat ini memang banyak sekali masjid yang sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok radikal dan pembawa paham takviri.

“Masjid di mana-mana harus tetap waspada. Kadang-kadang yang bercelana ngantung juga ke sini, tapi gak apa-apa juga karena kita waspada,” kata Ahmad Hendar dalam kegiatan Halaqoh Forum Silaturrahim Takmir Masjid se-Jakarta (FSTM) di Masjid As-Salafiyyah Pangeran Jayakarta, Jakarta Timur, Jumat (26/1/2018).

Namun sejauh ini masjid yang dikelolanya tersebut masih steril dan terhindar dari kelompok-kelompok yang suka mengumbar narasi kebencian dan takviri. Bahkan ia mengatakan seluruh pergerakan dan aktivitas di Masjid As Salafiyyah masih mudah terpantau dengan baik.

“Kelompok-kelompok yang (memiliki paham) mengancam bisa terpantau. Apalagi ini masjid keluarga jadi setiap gerak-gerik orang baru pasti terpantau,” tuturnya.

Kemudian koordinator FSTM DKI Jakarta, Husny Mubarok Amir mengatakan bahwa pihaknya menyerukan agar masjid tidak lagi menjadi tempat untuk agenda politik praktis apapun dalilnya. Apalagi sampai disusupi oleh kelompok-kelompok penyebar takviri dan suka mengumbar ujaran kebencian.

“Ada kelompok-kelompok baru yang menggelar pengajian dan perkumpulan dan kami anggap bagus. Tapi lama-lama isinya justru diisi dengan perpecahan, caci maki ke pemerintah dan sampai ada yang mendeklarasikan faham Khilafah,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Untuk itu, ia menegaskan bersama seluruh forum takmir masjid seluruh DKI Jakarta tersebut menyatakan tegas menolak paham takviri dan menjadikan masjid sebagai tempat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan untuk menggalang massa demi kepentingan politik.

“Kami dengan tegas menolak paham takviri. Kami ingin jadikan masjid untuk kegiatan keagamaan dan menyatukan ummat. Jangan sampai digunakan untuk menyerukan paham takviri, menganggap pemimpin toghut dan sistem demokrasi kita sebagai sistem toghut,” tegasnya.

Muliakan Masjid

Dalam sesi yang sama pula, Ketua Umum Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FK ULUM) Cakung, KH Bahrudin Ali mengingatkan kepada seluruh umat Islam dan pengurus Masjid di seluruh Jakarta untuk menjaga agar tidak ada kelompok atau oknum pembawa paham radikal masuk dan memperalat masjid.

Salah satu caranya adalah dengan menjaga masjid dan memakmurkan masjid. “Insya Allah orang yang ngurusin Masjid diberikan keberkahan. Dan Jakarta harus kita jaga paham Ahlusunnah wal Jamaah,” tutur Kiyai Bahrudin.

Kemudian salah satu pengurus FK ULUM, KH Kholilullah juga menyampaikan hal senada. Ia meminta agar para pengurus masjid dan musholla untuk meningkatkan aktivitas keagamaan di Masjid, sehingga potensi masuknya kelompok yang ingin memanfaatkan rumah ibadah untuk kepentingan politik tersebut dapat diminimalisir.

“Bentengi masjid dengan prinsip-prinsip Aswaja sehingga peluang mereka masuk tidak akan bisa. Mengapa kelompok-kelompok itu bisa masuk karena masjid itu kosong tidak ada kegiatan,” tutur Kiyai Kholil.

“‎Makmurkan Masjid, ada taklim dari anak muda sampai yang tua-tua agar masjid tidak bisa dimasuki mereka,” imbuhnya. (*)

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply