17an

Pengamat Usulkan Budi Gunawan Sampai Menteri Susi Jadi Balon Wapres Jokowi

boni-hargens

MediaSiber.com – Pengamat politik, Boni Hargens menilai jelang Pilpres 2019 mendatang, persiapan tetap harus dilakukan jika Joko Widodo ingin maju lagi dalam kancah pesta demokrasi lima tahunan itu.

Salah satu poin yang disampaikan Boni adalah pencarian sosok calon Wakil Presiden yang akan disiapkan untuk mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Dan menurutnya, sosok calon Wapres adalah orang yang tepat dari berbagai aspek termasuk rekam terjangnya harus bersih.

“Wapres Jokowi adalah seorang pekerja yang mempunyai rekam jejak yang baik dalam hal kepemimpinan, bukan seorang politisi yang senang menebar pesona,” kata Boni dalam keterangannya, Selasa (5/12/2017).

Selain memiliki rekam jejak yang baik, Boni juga menyarankan agar sosok calon Wapres juga memiliki keterampilan dan kecakapan dalam upaya meredam kelompok garis keras di Indonesia.

“Figur yang mampu mengendalikan dan meredam kekuatan kelompok radikal,” lanjutnya.

Bagi Boni, Calon wakil Presiden Jokowi adalah sosok yang memiliki nilai “merah-putih” atau nasionalismenya yang sudah teruji. Hal ini penting karena ancaman masa depan bagi bangsa dan negara yang digelorakan oleh kelompok-kelompok radikal untuk menentang ketahanan Pancasila sebagai ideologi negara.

Kriteria selanjutnya adalah sosok tersebut harus memiliki pengaruh dan mendapatkan dukungan baik dari partai politik besar Indonesia. Hal ini ditekankan Boni lantaran sosok Joko Widodo bukanlah merupakan pimpinan Parpol.

“Calon wakil presiden Jokowi juga harus didukung oleh partai besar mengingat posisi Jokowi yang bukan ketua umum partai politik tertentu,” terangnya.

Kemudian sosok cawapres menurut Boni Hargens adalah orang yang memiliki kemampuan finansial. Namun sebagai catatan, sosok tesebut tidak harus merupakan seorang pengusaha kaya raya.

“Cawapres Jokowi adalah sosok yang mempunyai kemampuan finansial yang memadai. Itu tidak berarti wapres Jokowi adalah pengusaha. Seorang figure yang mampu merangkul para pemodal besar sangat dibutuhkan untuk menjadi tumpuan dalam pertarungan 2019 karena Jokowi sendiri bukan oligark atau pengusaha besar yang bisa mendanai sendiri perjuangan politiknya,” tuturnya.

Dan kriteria terakhir dikatakan Boni, bahwa sosok cawapres adalah orang yang mampu mendongkrak atau minimal mempertahankan elekabilitas Jokowi sendiri yang sudah susah payah dibangun selama ini.

“Kriteria terakhir adalah elektabilitas. Sosok wapres harus mampu memperkuat elektabilitas Jokowi yang sudah memadai,” tegasnya.

Siapa opsinya?

Tidak hanya menyampaikan kriteria saja, ternyata Boni memberikan beberapa nama opsi yang dapat dipertimbangkan oleh Joko Widodo dalam memimbang bakal calon Wapresnya nanti di Pilpres 2019.

1. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Budi Gunawan.

Terkait dengan kriteria di atas, Budi Gunawan adalah sosok yang tepat. Menurut Boni, jenderal polisi bintang tiga itu memiliki etos kerja yang baik dan santat professional dalam membangun intitusi dimana saja ia ditempatkan.

Bahkan menurut Boni, Jenderal Polisi yang biasa disebut Pak BG tersebut berhasil mendongkrak kinerja BIN, terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme. Ketegasan BG dan BIN dalam melawan kelompok radikal dan teroris adalah prestasi yang pantas diapresiasi.

Selain itu, BG berpotensi didukung oleh partai politik besar seperti PDI Perjuangan dan partai lain, karena kemampuannya membangun jaringan dengan partai politik sejak menjadi pimpinan Polri sampai sekarang. Selain itu, jaringan BG yang begitu luas akan menjadi kekuatan baginya dalam menarik dukungan para pengusaha.

Dari berbagai survey belakangan (dan Indo Barometer) terlihat bahwa BG adalah sosok yang potensial menjadi calon wakil presiden Jokowi. Ia dikenal luas oleh masyarakat pemilih dan elektabilitasnya potensial untuk didongkrak lebih tinggi lagi ke depan.

2. Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian :

Tito Karnavian adalah sosok Kapolri yang tegas dan nasionalis sejati. Ia cerdas dan professional, namun sayangnya Kapolri Tito belum memperlihatkan ketertarikan untuk terjun ke dalam politik praktis. Hal ini yang membuat Boni walau Tito diunggulkan wacananya, namun secara politik, ia belum yakin Kapolri Tito bersedia mengambil kesempatan itu.

“Saya tidak begitu yakin Tito tertarik untuk masuk ke dunia politik sekarang ini,” kata Boni.

3. Panglima TNI Janderal TNI Gatot Nurmantyo :

Panglima TNI yang satu ini menurut Boni merupakan sosok jenderal TNI yang cukup kontroversial. Ia sempat diisukan untuk menjadi capres melawan Jokowi, dan juga diisukan menjadi cawapres Prabowo Subianto di 2019. Namun sayangnya, semua isu itu ditepis oleh konsistensinya menjaga pemerintahan Presiden Jokowi.

Hanya saja, Gato Nurmantyo telah memenuhi banyak kriteria di atas, namun
semua kontroversi yang terkait dirinya cukup mengganggu citra Panglima secara pribadi sehingga elektabilitasnya belum bisa dipastikan apakah akan menopang atau justru menjadi batu sandungan bagi Jokowi bila dipasangkan di pilpres 2019 mendatang.

4. Menko PMK, Puan Maharani :

Sosok Puan barangkali tidak banyak dibahas orang. Namun, sebagai tokoh muda di partai pemenang pemiu 2014, dan sebagai Menteri yang cukup berhasil di cabinet Jokowi, Puan pun layak dipertimbangkan sebagai cawapres Jokowi 2019.

5. Putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono :

Sosok pria yang karip disapa AHY ini dikatakan Boni telah mempunyai dukungan partai yang jelas. Ia juga cukup cerdas sebagai anak muda. Sayangnya, AHY tidak mempunyai pengalaman yang memadai dalam berpolitik sehingga dianggap sebagai politisi karbitan.

AHY baru potensial menjadi cawapres di pilpres 2024 setelah ia belajar membangun jaringan dan citra di tengah masyarakat politik.

6. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) :

Sosok yang juga ideal karena bisa menarik dukungan dari kaum muda progresif dan kelompok minoritas, sayangnya Ahok sudah “disembelih” dalam pilkada dki Jakarta 2017 sehingga sulit bisa digadang sebagai wapres Jokowi.

Sosok Ahok ideal tetapi secara politis, ia bukan sosok yang realistis untuk memenangkan pilpres 2019 karena justru memperkuat isu kelompok radikal yang ingin memanfaatkan agama sebagai modal politik.

7. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati :

Boni Hargens pun menilai jika sosok Sri Mulyani merupakan perempuan yang cerdas, hanya saja Sri tidak mempunyai dukungan partai, dan tersandung kasus Bank Century yang sampai hari ini masih menjadi momok yang mengancam citranya dalam politik.

8. Menteri BUMN, Rini Soemarno :

Sosok Menteri Rini juga dipandang Boni sebagai figur yang fenomenal dalam pemerintahan Jokowi. Sebagai Menteri BUMN ia ditentang banyak kekuatan politk di parlemen namun ia berhasil melewati semua badai politik.

Ia adalah perempuan yang kuat. Sayangnya, RS bisa memicu perlawanan yang serius dari partai pendukung
pemeirntah jika ia digadang sebaga wapres Jokowi.

9. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti :

Selanjutnya menurut Boni, Susi adalah sosok perempuan lain yang ideal untuk menjadi bakal cawapres. Ia memiliki popularitas dan integritas yang tinggi. Itu membuatnya layak disandingkan dengan Jokowi.

“Ia pekerja tulen seperti Jokowi. Sayangnya, Susi tidak mempunyai dukungan partai yang memadai,” nilai Boni. (*)

8193504215_ba040b6a75

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply